Jayapura–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Prodi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas A, Lantai 2 Gedung Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Jayapura, pada Jumat (14/08/2026).
Rapat ini difokuskan untuk membahas berbagai kendala teknis dan koordinasi pada pelaksanaan PKKMB hari Rabu (12/08/2026) lalu, yang dinilai kurang sukses. Melalui evaluasi ini, pengurus HMP menekankan pentingnya rasa tanggung jawab, disiplin, dan komitmen bagi seluruh panitia demi mempersiapkan pelaksanaan PKKMB tahun 2027 yang lebih baik.
Pandangan Pimpinan Organisasi ketua HMP Pendidikan Sejarah, Waniel Weth, menegaskan bahwa tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi selama kegiatan. Waniel menegaskan bahwa hal-hal negatif yang terjadi pada kegiatan kemarin tidak boleh terulang lagi di masa mendatang. Panitia PKKMB 2027 harus mampu memberikan yang terbaik dengan belajar dari kekurangan panitia tahun 2026 ini.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ PIPS), Agus Taplo, menyampaikan pandangannya terkait kedisplinan forum. Meskipun jumlah panitia yang hadir dalam rapat evaluasi sedikit, ia mengapresiasi mereka yang datang karena menunjukkan mentalitas mau belajar dan bertanggung jawab mewakili rekan-rekan panitia lainnya.
Catatan Penting dan Evaluasi per Seksi rapat berlangsung dinamis dengan pemaparan kendala dari masing-masing seksi kerja:
Seksi Keamanan & Pendampingan Maba: Ditemukan adanya oknum panitia yang memberikan instruksi fisik berlebih seperti jongkok dan naik tangga. Akibatnya, ada mahasiswa baru yang mengalami kram kaki parah hingga tidak bisa berjalan. Panitia dinilai kurang tanggap dan sempat mengabaikan kondisi mahasiswa baru yang sakit tersebut. Padahal, sebelumnya sudah diumumkan di Aula FKIP agar mahasiswa baru yang memiliki riwayat sakit atau fisik lemah segera melapor untuk tidak mengikuti sesi jalan kaki. Namun, komunikasi ini kurang ditanggapi serius oleh mahasiswa baru yang bersangkutan.
Pada malam hari, orang tua dari mahasiswa baru yang cedera datang ke kampus dalam kondisi marah. Masalah ini diselesaikan secara mandiri oleh Kaka Alfredo, Agus Taplo, Agus Bidana, dan Demas yang mengantarkan mahasiswa tersebut pulang.
Kejadian ini memicu teguran keras dan kekecewaan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNCEN, Bapak Petrus. Kedepan, seluruh panitia diminta kolektif bertanggung jawab dan tidak saling mengandalkan.
Seksi Acara & Master of Ceremony (MC):
Sesi acara prodi sempat diambil alih oleh dosen (Ibu Ester Yampeyadi) karena MC dinilai tidak siap, kurang fokus, dan kurang pengalaman. Petugas MC yang awalnya dijadwalkan (Isnot dan Defi) diganti mendadak oleh Alfa bersama Alfa, namun keduanya tidak menjalankan tugas dengan baik dan masih terus menunggu petunjuk Ketua HMP di saat acara harus dimulai.
Kondisi ruang kelas A berantakan saat dosen masuk, karena posisi MC tidak bersiap di tempat dan malah ikut berjalan ke Aula bersama mahasiswa baru. Di sisi lain, terdapat bantuan dari panitia tingkat fakultas dan jurusan (Orpa dan Elisabeth), namun koordinasinya belum terarah dengan baik.
Panitia menyoroti kurangnya konfirmasi jadwal materi dari para dosen pemateri seperti Ibu Megi, Bapak Kulyasin, dan Bapak Albert. Untuk ke depan, pihak Prodi diharapkan dapat memberikan salinan data SKS mata kuliah kepada Ketua HMP agar dapat dibagikan langsung, sehingga mahasiswa baru mengetahui mata kuliah yang akan dikontrak tiap semester.
Seksi Perlengkapan & Logistik:
Beban kerja seksi perlengkapan dinilai timpang karena sebagian besar tugas fisik dikerjakan sendiri oleh Ketua HMP (Waniel Weth) bersama beberapa rekan seperti Anius, Temerius, dan panitia mahasiswi. Pembersihan Laboratorium Sejarah bahkan dibantu oleh dosen, yaitu Bapak Susanto dan Bapak Kulyasin.
Seksi perlengkapan dan keamanan kurang sinkron terkait pemindahan ruangan (dari Ruang A ke Ruang B, hingga pemindahan ke Laboratorium Sejarah), sehingga sempat membuat pemateri menunggu. Ketua HMP bahkan harus membawa dan mengejar sendiri spanduk kegiatan ke halaman gedung fakultas agar terpasang di depan mahasiswa baru.
Setelah acara selesai, mayoritas panitia langsung meninggalkan lokasi. Proses pengembalian fasilitas kelas seperti menyusun kursi, memasang papan tulis, mengembalikan meja, dan bunga kembali diselesaikan secara mandiri oleh Waniel Weth dan Anis Dipur.
Agus Taplo sempat menegur tindakan salah satu panitia (Orpa) yang menyuruh kakak tingkat (senior angkatan 2023) untuk membersihkan ruangan. Menurutnya, batasan etika antara senior dan junior di lingkungan kampus tetap harus dihargai demi menjaga keharmonisan organisasi.
Seksi Konsumsi:
Ditemukan adanya tindakan menegur panitia terkait makan siang di dalam ruangan di hadapan mahasiswa baru. Hal ini dinilai kurang etis dan seharusnya dibicarakan di luar ruangan.
Anggaran konsumsi yang terkumpul merupakan hasil sumbangan sukarela panitia. Namun, terjadi kekurangan porsi makanan yang menyebabkan Ketua HMP serta beberapa kakak tingkat tidak mendapat jatah makan siang. Selain itu, dilaporkan adanya hilangnya satu kotak kue konsumsi panitia, yang memicu kecurigaan internal akibat kurangnya konsistensi kerja.
Untuk menutupi kekurangan fasilitas seperti air karton, tisu, kue panitia, dan photo booth, Ketua HMP terpaksa menggunakan dana pribadi karena pihak Prodi hanya menanggung pengadaan spanduk akibat belum turunnya anggaran dari fakultas.
Seksi Dokumentasi:
Proses dokumentasi yang dilakukan oleh Agus Bidana dan Ardyan masih menggunakan ponsel Android pribadi, sehingga kualitas gambar di beberapa sesi kurang maksimal. File dokumentasi juga belum disatukan di Google Drive dan video kegiatan belum diedit untuk diserahkan kepada dosen. Kedepan, panitia menyarankan pengadaan atau penyewaan kamera standar untuk arsip sejarah dan kebutuhan promosi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN ke luar.
Rekomendasi Pembenahan Organisasi Di akhir sesi evaluasi, Agus Taplo selaku Sekretaris Umum HMJ PIPS memberikan poin-poin saran strategis untuk perbaikan HMP Pendidikan Sejarah ke depan:
1. Penerapan Peraturan Organisasi: Mengingatkan seluruh anggota untuk patuh pada tata tertib kampus dan mekanisme rapat, termasuk budaya menginstruksi jika ingin menanggapi pembicaraan orang lain.
2. Kaderisasi dan Ketegasan: Pengurus HMP harus lebih tegas dan konsisten dalam mengambil kebijakan, serta melakukan kaderisasi kepemimpinan yang baik agar pembagian tugas berjalan optimal.
3. Fokus Kerja Terstruktur: Pada hari pelaksanaan kegiatan, setiap fungsi seksi harus langsung bergerak secara mandiri sesuai hasil pengarahan awal (briefing), tanpa perlu menunggu instruksi berulang dari Ketua HMP.
Penutup
Rapat evaluasi resmi ditutup oleh Sekretaris II HMP Pendidikan Sejarah, Nanise Lilbid. Dalam kalimat penutupnya, Nanise mengajak seluruh panitia untuk menjadikan kesalahan pada PKKMB 2026 sebagai pelajaran berharga yang tidak perlu dimasukkan ke dalam hati secara personal.Ia berharap draf evaluasi yang dibagikan dapat dibaca kembali di rumah masing-masing sebagai bahan refleksi diri, sehingga kepanitiaan PKKMB tingkat Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada tahun 2027 mampu menunjukkan performa kerja yang jauh lebih kompak, disiplin, dan sukses.
Ditulis oleh: Waniel Weth
Ketua HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar