peta situs

Rabu, 23 September 2026

LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA

 



📢 LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA


Shalom, Salam Sejahtera!

Puji syukur kepada Tuhan, pada hari Rabu, 23 September 2026, Pengurus KB-YUSIDABEUR Rayon Gilika di Kota Jayapura Periode 2026-2027 telah sukses melaksanakan perayaan DIES NATALIS ke-III Tahun yang bertempat di Sekretariat KB-YUSIDABEUR.

Organisasi ini didirikan pada 23 September 2023, dan kini genap 3 tahun berkarya.

Tema Dies Natalis III:

"Bersatu Dalam Kebersamaan, Berkarya Untuk Negeri"

(Sub Tema: Mazmur 133:1)

Rangkaian acara diisi dengan:

1. Ibadah Syukur & Renungan Bersama

Dipimpin oleh pelayan Firman dengan Firman Tuhan dari (Mazmur 133:1) tentang pentingnya hidup rukun sebagai saudara.

2. Motivasi & Arahan Senior

Sambutan dan motivasi diberikan oleh Kakak-kakak senior:

- Kaka Yuni Meke

- Kaka Aten A. Kepno, S.I.Kom

- Kaka Viktor Wisal

Pesan penting untuk pelajar dan mahasiswa asal Gilika:

"Wajib rajin membaca buku supaya tidak miskin ilmu, tidak sombong, haus akan organisasi, mau belajar berproses dari wadah ini, dan selamat berkarya."

3. Penyerahan Mandat Kepengurusan

Pengurus memberikan "Surat Mandat dari Ketua Frengky Paluke kepada Wakil Ketua Sepetius Meke" untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan setiap program kerja pengurus periode 2026-2027.

4. Pembentukan Panitia Wisuda

Pengurus memberikan kepercayaan kepada Panitia Wisuda untuk mensukseskan acara wisuda:

- Kaka Atinus Sahe

- Kaka Penihas Paluke

dari Kampus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) GKI Izaak Samuel Kijne Abepura, yang direncanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

Susunan Panitia Wisuda yang terpilih:

1. Madona Nelambo- Ketua Panitia Wisuda

2. Sior Salak - Sekretaris / Panitia

3. Manus Luku - Bendahara

Penjelasan dan penguatan diberikan oleh Kaka Arni Kepno kepada panitia, bahwa kegiatan wisuda ini harus disukseskan dengan baik karena akan dihadiri oleh pihak Kampus STFT, Sinode GKI di Tanah Papua, Perwakilan Beasiswa dari Kepolisian RI, dan Orang Tua dari Gilika.

Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.

Wali... Wali... Nangkabo!


Hormat Kami,

_Pengurus 

KB-YUSIDABEUR Rayon Gilika di Kota Jayapura_




Senin, 21 September 2026

15 ISTILAH HUKUM & KEADILAN

 




 15 ISTILAH HUKUM & KEADILAN


1. JUSTICE = KEADILAN

Ini bukan cuma menang atau kalah. Justice itu artinya perlakuan yang _adil dan benar_ sesuai hukum. Contoh: Kalau Pace mencuri ayam tetangga, Justice bukan berarti Pace langsung dipukul. Justice berarti Pace harus lewat proses yang adil, bukti harus dilihat, baru hakim putuskan yang benar. Dalam Alkitab, Tuhan adalah Hakim yang paling adil.


2. LAW = HUKUM / UNDANG-UNDANG

Law adalah aturan main yang dibuat pemerintah supaya kitong hidup teratur dan aman. Sama seperti di Bimbel ada aturan "datang jam 15.30, bawa buku", di negara ada aturan "jangan mencuri, jangan berkelahi". Kalau tidak ada Law, hidup jadi kacau.


3. COURT = PENGADILAN

Court itu gedung atau tempat resmi dimana masalah hukum diselesaikan. Bukan di jalan, bukan di Facebook, tapi di tempat khusus yang ada hakimnya, ada aturannya. Kalau ada orang berkelahi soal tanah, mereka bawa ke Court untuk dicari kebenaran.


4. JUDGE = HAKIM

Judge adalah orang yang tugasnya sangat berat: dia harus mendengarkan dua belah pihak, melihat bukti, saksi, baru memutuskan siapa yang benar. Hakim harus netral, tidak boleh memihak keluarga atau teman. Dia seperti wasit di lapangan bola, harus adil.


5. LAWYER = PENGACARA

Lawyer adalah teman yang mengerti hukum dan membantu kita kalau kita ada masalah di pengadilan. Kalau ko tidak mengerti bahasa hukum, lawyer yang akan bicara untuk ko. Dia memberi nasihat hukum dan membela hak klien. Ada pengacara yang gratis untuk orang tidak mampu.


6. EVIDENCE = BUKTI

Ini paling penting! Di pengadilan, tidak boleh hanya bilang "sa rasa dia yang mencuri". Harus ada Evidence. Bukti bisa berupa foto, video CCTV, surat, atau barang. Tanpa Evidence, hakim tidak bisa memutuskan. Ingat, tuduhan tanpa bukti itu fitnah.


7. WITNESS = SAKSI

Witness adalah orang yang melihat langsung kejadian dengan mata kepalanya sendiri. Contoh: Adik lihat kakak ambil uang di meja. Adik itu menjadi saksi. Saksi harus jujur, harus sumpah untuk bicara benar di depan hakim, tidak boleh bohong.


8. VERDICT = PUTUSAN / VONIS

Setelah hakim dengar semua bukti dan saksi, dia akan keluarkan Verdict. Ini adalah keputusan final: "Bersalah" atau "Tidak Bersalah". Verdict ini harus dihormati semua orang. Kalau Verdict bilang bersalah, ada hukumannya.


9. TRIAL = SIDANG / PERSIDANGAN

Trial adalah seluruh proses panjang di pengadilan, dari awal sampai akhir. Ada pembukaan, pengacara bicara, saksi dipanggil, bukti ditunjukkan, sampai hakim kasih putusan. Trial bisa sehari, bisa berbulan-bulan kalau kasusnya besar.


10. CRIME = KEJAHATAN / TINDAK KRIMINAL


Crime adalah perbuatan yang melanggar hukum. Mencuri, memukul orang, menipu, korupsi, itu semua Crime. Setiap Crime ada akibatnya. Negara kita punya KUHP yang tulis semua jenis kejahatan dan hukumannya.


11. PUNISHMENT = HUKUMAN

Kalau sudah terbukti melakukan Crime, akan dapat Punishment. Tujuannya bukan untuk balas dendam, tapi untuk memberi pelajaran supaya tidak mengulangi, dan untuk melindungi masyarakat. Punishment bisa berupa denda uang, kerja sosial, atau penjara.


12. SUSPECT = TERSANGKA

Suspect adalah orang yang _diduga_ melakukan kejahatan, tapi BELUM tentu bersalah! Ini penting . Polisi masih menyelidiki. Jangan langsung menghakimi tersangka di media sosial. Dia masih punya hak untuk membela diri di pengadilan. Prinsip: tidak bersalah sampai terbukti bersalah.


13. ARREST = PENANGKAPAN

Arrest adalah tindakan polisi untuk membawa Suspect ke kantor polisi untuk diperiksa. Polisi tidak bisa sembarang Arrest. Harus ada surat perintah atau bukti kuat. Saat di-Arrest, orang tersebut tetap punya hak asasi manusia.


14. APPEAL = BANDING

Kalau seseorang merasa Verdict hakim tidak adil, dia boleh minta Appeal. Artinya minta pengadilan yang lebih tinggi (Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung) untuk memeriksa lagi kasusnya. Ini adalah hak setiap orang untuk mencari keadilan sampai tuntas.


15. CONSTITUTION = KONSTITUSI / UUD

Ini adalah HUKUM TERTINGGI di negara kita. Di Indonesia namanya UUD 1945. Semua Law, semua aturan, tidak boleh bertentangan dengan Constitution. Di dalamnya ada janji negara untuk melindungi semua rakyat Papua dan seluruh Indonesia, menjamin hak untuk sekolah, hak untuk hidup aman. Kalau Constitution dilanggar, negara bisa rusak.


PENUTUP UNTUK SETIAP ORANG:

"Jadi untuk kita semua, belajar hukum bukan supaya jadi orang yang suka menuntut orang lain. Tapi supaya kitong tahu hak kitong, tahu kewajiban kitong, dan jadi warga yang adil seperti Tuhan Yesus yang adil. Jadilah orang yang jujur, karena dari jujur, keadilan tumbuh!"


Jumat, 04 September 2026

HMP PENDIDIKAN SEJARAH FKIP-UNCEN GELAR DISKUSI ILMIAH PART III BERSAMA DUTA BACA UNCEN 2025

      Doc: Foto Bersama setelah kegiatan selesai, 04/09/2026-Ruangan A Pendidikan Sejarah. 


Jayapura, 04 September 2026 - Pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasih sukses melaksanakan Diskusi Ilmiah Part III dengan tema "Tips Membaca Buku Yang Benar, Memahami dan Menerapkan Dalam Kehidupan Kita". Kegiatan berlangsung pada Jumat, 04 September 2026 pukul 15.00 - 17.00 WIT di Ruangan A Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Jois Eka Insyaf dan dihadiri oleh pengurus HMP serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN dari berbagai angkatan. Diskusi berlangsung tanpa pembukaan resmi, langsung masuk ke sesi materi agar lebih cair dan interaktif.

Materi: Membaca, Memahami, Menerapkan

Sebagai narasumber, HMP menghadirkan Abraham Yenggren, Mahasiswa Program Studi Sosiologi FISIP UNCEN Angkatan 2024 dan Juara III Duta Baca Perpustakaan Universitas Cenderawasih 2025.

Dalam materinya, Kakak Abraham menyampaikan teknik Membaca Buku Yang Benar dengan 4 poin utama:  

1. Fokus & Tentukan Tujuan: Membaca harus punya tujuan dan manfaat yang jelas agar tidak sia-sia. 

2. Metode Membaca Benar: Menghargai etika penulis, dan mengolah bacaan dari berbagai sumber. 

3. Memahami dan Menerapkan: Jadikan buku sebagai teman dan sahabat dalam hidup. 

4. Diskusi: Selalu berdiskusi dengan orang yang sepaham untuk menerapkan ilmu, baik di kampus, masyarakat, organisasi, hingga ke lingkungan yang belum mengenal literasi.

"Kegiatan diskusi seperti ini jarang sekali dilakukan. Saya sangat berterima kasih kepada HMP Pendidikan Sejarah sudah memberi ruang untuk berbagi tentang literasi," ungkap Abraham di akhir pemaparannya.

Diskusi Aktif & Penutupan

Sesi tanya jawab berjalan sangat aktif. Mahasiswa antusias bertanya tentang kendala membaca, cara memahami buku tebal, dan strategi menerapkan ilmu di ruangan kelas.

Kegiatan ditutup oleh Ketua HMP, Waniel Weth. Dalam sambutannya ia menyampaikan:  

"Kebahagiaan sesungguhnya dapat ditentukan dari kamu sendiri. Menjaga hati, menghargai orang tua, dan memanfaatkan waktu untuk berprestasi. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Fokus pada prosesmu."

Pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kakak Abraham Yenggren atas ilmu dan motivasi yang telah dibagikan.

Dengan kegiatan ini, HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN berkomitmen terus menumbuhkan budaya literasi agar melahirkan mahasiswa yang berprestasi, kritis, dan berdampak.

Salam Masa Lalu! 🔥

Pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 

Editor: Waniel Weth - Ketua HMP


Kamis, 03 September 2026

Na Kal Tomeak Ne Saya anak Honai




 

Doc: Waniel weth, di depan Honai adat Gilika yang dibangun oleh Thomas, Enos Sahe, Yosam Bomol, Waniel, Omku Lamekh Wabuk, Om Septinus Meke, dan Almarhum Lukas Wisal, Sekitar tahun 2017


Pandangan saya terharap Honai adalah rumah adat yang sangat kaya dengan pendidikan/ilmu pengetahuan terutama tentang mendidik dan  bercerita dari tua-tua adat (Nai yabo/nong mabo nang).


1. Pendidikan (Budaya mendidik) yang merupakan pendidikan formal berdasarkan kebiasaan budaya mendidik kepada anak-anak muda untuk belajar berkarakter dan kehidupan sosial bermoral serta spritual atas kepercayaan nenek moyang bangsa dan suku. diwajibkan tinggal berhati-hati karena ada banyak tantangan dalam kehidupan ini.


a. Jangan jalan dengan anak-anak lain 

(Hale mabo boap ving kom)

Jika ada jalan dengan teman untuk 

 berburu atau berkebun tetapi jatuh di atas pohon, jatuh dengan jurang, dan sebagainya pasti ada masalah besar karena harus bayar babi atau bayar kekayaan harta lainnya yang menurut suku Yale/Mek yang dianggap berharga. 

b. Jangan duduk cerita di rumah honai perempuan (Kelabo ae ak/kel tek simun bah yubu yalul).

Karena pasti kamu buat masalah dengan perempuan lain atau main dengan saudara perempuan, pasti ada masalah nanti, pria (kabuni) itu selalu tidur, cerita, dan makan di honai pria)

B. Pendidikan Budaya Cerita Suku Yale atau suku Mek sekarang (Reformasi Penginjilan Gereja Budaya Barat), abad 19 yang menghilangkan budaya cerita ini di Honai adat pria/kabuni.


Kepala suku atau pemimpin tertinggi dan berpengalaman atas perang suku, ahli berburu, berkebun dan keahlian lainnya.

Duduk cerita berdasarkan pengalaman di Honai (Kal tomeak) anak-anak muda diam dengar dan bertanya supaya anak-anak muda (kabuni) itu harus sama seperti orang yang bercerita itu sendiri. Supaya menjadi profesional dalam dunia berburu, berkebun, dan menjadi pemimpin sukunya. Kabuni yang artinya (pemuda) dalam Bahasa Mek harus dengar dan tangkap dari setiap cerita. Itu pengalaman itu menjadi ilmu pengetahuan   baginya.


C. Kal Tomeak (Honai Adat Pria Suku Yale/Mek

Honai bukan hanya mengajarkan kehidupan berburu, berkebun, dan ahli perang suku saja. Tetapi 

Kal tomeak juga berfungsi sebagai rumah untuk bakar ubi, pisang dan sayur lainnya bakar makan atau bawa makanan dari rumah kecil (kel ae-ak) makan di honai.

Jika ada yang belum makan berarti bisa berikannya, supaya dia makan tidur, jangan sampai lapar tahan tidur.

Kita dapat disimpulkan bahwa 

Manusia (Nimi) dari suku Yale/Mek sudah ada pendidikan warisan nenek moyang.


Pendidikan dari luar Papua, hanya datang memberikan gambaran dan wawasan budaya luar (budaya pendidikan Barat).


Kampung Gilika, 

01 Januari 2026

Selasa, 01 September 2026

IBU DR. KRISTINA SAWEN TEKANKAN PENTINGNYA MENGUTAMAKAN TUHAN BAGI MAHASISWA BARU ASRAMA GKI SILAS LIBORANG

 

Doc: Foto Bersama setelah sampaikan materi oleh ibu. Sabtu, 29/09/2026 di Aula ASLIB Padang Bulan, Jayapura Papua.


JAYAPURA– Dosen Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, Ibu Dr. Kristina Sawen, S.H., M.H. memberikan pemahaman rohani kepada para penghuni baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang Padang Bulan.

Kegiatan penerimaan penghuni baru tersebut berlangsung di Aula ASLIB pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Acara ini bertujuan membekali mahasiswa baru secara iman dan karakter agar mampu menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan di Jayapura.

Dalam pemaparannya, Ibu Kristina menyoroti kondisi Papua saat ini.  

“Situasi dan kondisi Papua tidak baik-baik saja. Dengan itu, kita harus kembali mengenal bahwa desain Allah sempurna bagi kita semua: Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus,” ujarnya.

Utamakan Tuhan di Tengah Tantangan

Ibu Kristina mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan Tuhan sebagai hal yang utama dan permanen dalam hidup.  

“Mahasiswa harus utamakan Tuhan. Tanpa khawatir, kita percaya bahwa dengan adanya Tuhan, kita yang datang dari pegunungan untuk kuliah di Jayapura dapat menjalani semuanya dengan baik. Tetapi banyak tantangan yang akan dihadapi setiap orang, terutama mahasiswa,” jelasnya.

Beliau juga berpesan agar penghuni asrama mengisi waktu dengan hal-hal positif.  

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa baru di Asrama Liborang untuk tinggal dengan baik: belajar dengan rajin, mengikuti komunitas yang membangun diri, terlibat aktif dalam gereja, dan berorganisasi yang baik,” pesannya.

Hindari Hal Negatif, Kejar Prestasi

Ibu Kristina menekankan pentingnya menjaga kekudusan asrama.  

“Tinggal di asrama dengan tidak minum mabuk. Asrama ini adalah asrama yang diberkati, sehingga anak-anak pasti dijaga dan diberkati Tuhan,” tegasnya.

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi berprestasi.  

“Menjadi mahasiswa berprestasi di kampus bukan hal yang gampang. Tetapi mahasiswa yang mengutamakan Tuhan pasti akan berprestasi, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Supaya ke depan tidak ada hal negatif, tetapi hanya hal-hal yang membangun masa depan yang baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pondasi iman dan karakter bagi mahasiswa baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang untuk menempuh pendidikan dengan takut akan Tuhan dan semangat belajar yang tinggi.

Di akhir penyampaiannya, beliau membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin bertumbuh bersama dalam iman.  

“Bagi adik-adik mahasiswa yang ingin bergabung dalam _Kelompok Tumbuh Bersama_, dapat menghubungi saya melalui nomor WhatsApp 0822-3088-4883 atau menghubungi Saudara Waniel di nomor 0812-8882-0490,” tutupnya.

Ditulis oleh Waniel Weth 



KULYASIN TEKANKAN PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH FKIP-UNCEN


Doc: Foto Bersama dengan narasumber setelah selesai Diskusi dengan bapak Dosen. 01/09/2026 


JAYAPURA – Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Bapak Kulyasin, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya berpikir kritis sebagai nalar berkualitas yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027 dengan mengangkat tema "Pentingnya Berpikir Kritis bagi Setiap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN". 

Kegiatan berlangsung di Ruangan A Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada Senin, 01 September 2026.

Diskusi ini dimoderatori oleh Agustinus Samuel Magai, mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa lama dan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Sejarah.

Nalar dan Budaya Ciri Manusia Berpendidikan

Dalam pemaparannya, Bapak Kulyasin menjelaskan bahwa berpikir kritis sangat penting untuk membedakan mana yang baik dan buruk dalam menyikapi informasi.

“Kalau naluri dan budidaya itu ciri binatang. Sedangkan nalar dan budaya itu ciri manusia. Di perguruan tinggi kita dituntut untuk berpikir kreatif dan berpikir kritis,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam membawa budaya. “Bahasa perguruan tinggi itu _drianomisme_, artinya kenal dan berteman dengan semua orang dari satu kabupaten. Boleh ingat kampung, tetapi jangan bawa budaya kampungan ke Jayapura,” tegasnya.

5 Langkah Berpikir Kritis Versi Bapak Kulyasin 

Lebih lanjut, Bapak Kulyasin membagikan 5 langkah berpikir kritis kepada mahasiswa:

1. Berhenti memberikan kesimpulan secara terburu-buru

2. Tanya informasi lebih dalam

3. Bandingkan informasi dari setiap jawaban A dan B

4. Ditimbang sesuai informasi yang benar berdasarkan fakta

5. Buat kesimpulan dari informasi tersebut

“Berpikir kritis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah ibarat Anda menyebrangi suatu sungai. Bagaimana kita bisa selamat sampai di seberang dengan pola pikir yang benar,” jelasnya.

Pengurus HMP Pendidikan Sejarah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kulyasin yang telah meluangkan waktu dan semangat untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa.

“Kami tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Dosen,” ujar perwakilan pengurus.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN mampu berpikir kritis dalam memahami informasi, sehingga dapat memilah mana informasi yang baik dan bermanfaat serta mana yang tidak berguna untuk ditinggalkan.


Di tulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah 

 FKIP-UNCEN periode 2026-2027

Jumat, 28 Agustus 2026

HMP-PS : Gelar Kegiatan Rapat Evaluasi pengurus dan Anggota


Dokumentasi:  Pada saat rapat (28/08/2026 


Jayapura-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) melakukan kegiatan rapat bersama anggota demi kelancaran dalam program kerja yang disusun sejak dilantik.

Sesuai penetapan program kerja yang dilakukan di bulan Mei 2026 yang lalu. 

Berlangsung di ruangan A Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Kampus Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (28/08/2026.


Ketua Umum HMP-PS, Waniel Weth memberikan motivasi kepada setiap anggota yang hadir sekitar 6 orang lebih. Dari banyak mahasiswa yang ada, kamu yang ingin belajar, perkembang, ingin maju bersama, dan berprestasi.

Mereka yang tidak hadir bukan karena tidak mau ikut kegiatan evaluasi hari ini. Tetapi kita tahu bahwa mereka punya kesibukan/halangan sehingga tidak bisa datang ikut terlibat/berpartisipasi dalam rapat evaluasi hari ini. Dan kegiatan HMP-PS selanjutnya pasti akan mereka juga akan partisipasi.


"Waniel Weth sebagai Ketua

minta maaf selama ini, tidak memberikan teladan, kesempatan, kekompakan kurang, komunikasi hingga tidak memerintahkan tugas dari setiap bidang program kerja yang disusun dari setiap anggota bidang".

Program kerja yang disusun dengan target waktu tepat, tetapi selama ini anggota belum bergerak, tidak tahu tugas fungsi kerja setiap bidang, ada juga sudah tahu tetapi tidak ada niat baik untuk melakukan kegiatan yang baik bagi mahasiswa lain.

Dengan itu, Weth ambil alih dalam beberapa kegiatan seperti diskusi, undang senior untuk menjelaskan tugas dan fungsi oleh Kaka Meki Wetipo di bulan Mei kemarin. 

Bukan anggota tidak bisa tetapi anggota belum aktif dan jalankan program kerja dengan konsisten, kurang adanya kordinasi, komunikasi antar dosen, alumni, senior bahkan seluruh mahasiswa untuk kerjasama, sepakat, sepaham dan jalankan program kerja dengan konsisten.


Harapan supaya belajar dari kesalahan hari ini, belajar memperbaiki diri dan jalankan program kerja dengan baik penuh rasa tanggungjawab.


Lanjut agenda diskusi yang direncanakan di bulan September tentang "pentingnya berpikir kritis bagi mahasiswa pendidikan sejarah FKIP-UNCEN "

harap supaya bidang bersangkutan tanggungjawab kegiatan ini dengan baik.

Supaya mahasiswa baru/lama sebelum kuliah harus membekali dengan menekankan pentingnya berpikir kritis bagi setiap mahasiswa, supaya setiap mahasiswa tahu apa tujuan dia kuliah dan mengikuti kegiatan organisasi yang bisa berproses.


Agus Taplo, sekretaris Umum HMJ-P.IPS hadir dan memberikan penekanan kepada pengurus menjalankan program kerja dengan disiplin, komunikasi dengan dosen, senior-senior dan melakukan kegiatan dengan kesepakatan dari setiap pengurus dan anggota.

Supaya semua mahasiswa hadir dalam setiap kegiatan tertentu yang diadakan oleh HMP-PS.


Mahasiswa Pendidikan Sejarah adalah mahasiswa yang mampu berpikir kritis, berprestasi, penuh tanggungjawab dan integritas yang tinggi sebagai mahasiswa yang menjadi teladan, bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat umum bahkan siap kerja itu tergantung pada hari ini kita belajar berproses.

Dengan itu, menghargai dosen, menjaga 2 ruangan kita , mencintai sejarah hingga lulus.


Ditulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027

LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA

  📢 LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA Shalom, Salam Sejahtera! Puji syukur kepada Tuhan, pada hari R...