Doc: Foto kebersihan lingkungan sampah. Senin, 19/01/26|09.30 WIT.
Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan— Kondisi kebersihan lingkungan di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, kian memprihatinkan akibat penumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Menyikapi hal tersebut, pelajar, mahasiswa, dan warga masyarakat Elelim mengambil langkah nyata dengan (turun langsung membersihkan lingkungan), tanpa menunggu tindakan dari pemerintah daerah.
Aksi peduli kebersihan ini, (dimulai pada Senin, 19 Januari 2026), dan direncanakan berlangsung selama "dua hingga tiga hari ke depan". Kegiatan difokuskan pada "pembersihan sampah di jalan umum, pemukiman warga, sekitar sekolah, dan fasilitas umum" di Distrik Elelim.
Para peserta menegaskan bahwa gerakan ini "bukan sekadar wacana atau pernyataan sikap", melainkan "aksi nyata di lapangan" sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Mereka juga menyampaikan "kritik terbuka terhadap Pemerintah Kabupaten Yalimo" yang dinilai "kurang memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan", khususnya di ibu kota distrik.
“Kami tidak hanya bicara. Kami langsung turun tangan membersihkan lingkungan kami sendiri. Aksi ini akan berlangsung selama dua sampai tiga hari ke depan. Kami ingin menunjukkan bahwa perubahan harus dimulai dari tindakan nyata,” ujar salah satu koordinator kegiatan di Elelim.
Menurut warga, sampah yang menumpuk selama ini telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Mereka berharap pemerintah daerah segera "menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah, sistem pengangkutan rutin, serta program kebersihan yang berkelanjutan".
Aksi kebersihan ini juga melibatkan "Waniel Weth", salah satu "calon peserta Papua–Maluku Digital Bootcamp (PMDB 2025)", yang merupakan "mahasiswa asal Kabupaten Yalimo dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Cenderawasih (UNCEN), Jayapura". Kehadiran Waniel menjadi simbol kepedulian mahasiswa Yalimo di perantauan terhadap kondisi daerah asalnya.
Waniel menegaskan bahwa mahasiswa memiliki "tanggung jawab moral dan sosial" untuk terlibat langsung dalam persoalan masyarakat, termasuk masalah lingkungan.
“Sebagai mahasiswa, kami tidak bisa hanya menyampaikan kritik. Kami harus turun langsung, bekerja bersama masyarakat, dan memberi contoh. Lingkungan yang bersih adalah dasar bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi Yalimo,” tegasnya.
Melalui aksi ini, pelajar, mahasiswa, dan warga Elelim berharap "Pemerintah Kabupaten Yalimo dapat melihat kondisi riil di lapangan" dan segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah. Mereka menekankan bahwa "kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama", namun tetap membutuhkan "peran aktif dan kebijakan nyata dari pemerintah daerah".
Aksi berlangsung dengan tertib dan penuh semangat gotong royong, sebagai wujud kepedulian masyarakat Distrik Elelim demi menciptakan "lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni".
Penulis, Waniel Weth
Mahasiswa kab. Yalimo






