peta situs

Selasa, 01 September 2026

IBU DR. KRISTINA SAWEN TEKANKAN PENTINGNYA MENGUTAMAKAN TUHAN BAGI MAHASISWA BARU ASRAMA GKI SILAS LIBORANG

 

Doc: Foto Bersama setelah sampaikan materi oleh ibu. Sabtu, 29/09/2026 di Aula ASLIB Padang Bulan, Jayapura Papua.


JAYAPURA– Dosen Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, Ibu Dr. Kristina Sawen, S.H., M.H. memberikan pemahaman rohani kepada para penghuni baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang Padang Bulan.

Kegiatan penerimaan penghuni baru tersebut berlangsung di Aula ASLIB pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Acara ini bertujuan membekali mahasiswa baru secara iman dan karakter agar mampu menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan di Jayapura.

Dalam pemaparannya, Ibu Kristina menyoroti kondisi Papua saat ini.  

“Situasi dan kondisi Papua tidak baik-baik saja. Dengan itu, kita harus kembali mengenal bahwa desain Allah sempurna bagi kita semua: Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus,” ujarnya.

Utamakan Tuhan di Tengah Tantangan

Ibu Kristina mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan Tuhan sebagai hal yang utama dan permanen dalam hidup.  

“Mahasiswa harus utamakan Tuhan. Tanpa khawatir, kita percaya bahwa dengan adanya Tuhan, kita yang datang dari pegunungan untuk kuliah di Jayapura dapat menjalani semuanya dengan baik. Tetapi banyak tantangan yang akan dihadapi setiap orang, terutama mahasiswa,” jelasnya.

Beliau juga berpesan agar penghuni asrama mengisi waktu dengan hal-hal positif.  

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa baru di Asrama Liborang untuk tinggal dengan baik: belajar dengan rajin, mengikuti komunitas yang membangun diri, terlibat aktif dalam gereja, dan berorganisasi yang baik,” pesannya.

Hindari Hal Negatif, Kejar Prestasi

Ibu Kristina menekankan pentingnya menjaga kekudusan asrama.  

“Tinggal di asrama dengan tidak minum mabuk. Asrama ini adalah asrama yang diberkati, sehingga anak-anak pasti dijaga dan diberkati Tuhan,” tegasnya.

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi berprestasi.  

“Menjadi mahasiswa berprestasi di kampus bukan hal yang gampang. Tetapi mahasiswa yang mengutamakan Tuhan pasti akan berprestasi, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Supaya ke depan tidak ada hal negatif, tetapi hanya hal-hal yang membangun masa depan yang baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pondasi iman dan karakter bagi mahasiswa baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang untuk menempuh pendidikan dengan takut akan Tuhan dan semangat belajar yang tinggi.

Di akhir penyampaiannya, beliau membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin bertumbuh bersama dalam iman.  

“Bagi adik-adik mahasiswa yang ingin bergabung dalam _Kelompok Tumbuh Bersama_, dapat menghubungi saya melalui nomor WhatsApp 0822-3088-4883 atau menghubungi Saudara Waniel di nomor 0812-8882-0490,” tutupnya.

Ditulis oleh Waniel Weth 



KULYASIN TEKANKAN PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH FKIP-UNCEN


Doc: Foto Bersama dengan narasumber setelah selesai Diskusi dengan bapak Dosen. 01/09/2026 


JAYAPURA – Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Bapak Kulyasin, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya berpikir kritis sebagai nalar berkualitas yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027 dengan mengangkat tema "Pentingnya Berpikir Kritis bagi Setiap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN". 

Kegiatan berlangsung di Ruangan A Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada Senin, 01 September 2026.

Diskusi ini dimoderatori oleh Agustinus Samuel Magai, mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa lama dan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Sejarah.

Nalar dan Budaya Ciri Manusia Berpendidikan

Dalam pemaparannya, Bapak Kulyasin menjelaskan bahwa berpikir kritis sangat penting untuk membedakan mana yang baik dan buruk dalam menyikapi informasi.

“Kalau naluri dan budidaya itu ciri binatang. Sedangkan nalar dan budaya itu ciri manusia. Di perguruan tinggi kita dituntut untuk berpikir kreatif dan berpikir kritis,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam membawa budaya. “Bahasa perguruan tinggi itu _drianomisme_, artinya kenal dan berteman dengan semua orang dari satu kabupaten. Boleh ingat kampung, tetapi jangan bawa budaya kampungan ke Jayapura,” tegasnya.

5 Langkah Berpikir Kritis Versi Bapak Kulyasin 

Lebih lanjut, Bapak Kulyasin membagikan 5 langkah berpikir kritis kepada mahasiswa:

1. Berhenti memberikan kesimpulan secara terburu-buru

2. Tanya informasi lebih dalam

3. Bandingkan informasi dari setiap jawaban A dan B

4. Ditimbang sesuai informasi yang benar berdasarkan fakta

5. Buat kesimpulan dari informasi tersebut

“Berpikir kritis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah ibarat Anda menyebrangi suatu sungai. Bagaimana kita bisa selamat sampai di seberang dengan pola pikir yang benar,” jelasnya.

Pengurus HMP Pendidikan Sejarah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kulyasin yang telah meluangkan waktu dan semangat untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa.

“Kami tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Dosen,” ujar perwakilan pengurus.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN mampu berpikir kritis dalam memahami informasi, sehingga dapat memilah mana informasi yang baik dan bermanfaat serta mana yang tidak berguna untuk ditinggalkan.


Di tulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah 

 FKIP-UNCEN periode 2026-2027

Jumat, 28 Agustus 2026

HMP-PS : Gelar Kegiatan Rapat Evaluasi pengurus dan Anggota


Dokumentasi:  Pada saat rapat (28/08/2026 


Jayapura-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) melakukan kegiatan rapat bersama anggota demi kelancaran dalam program kerja yang disusun sejak dilantik.

Sesuai penetapan program kerja yang dilakukan di bulan Mei 2026 yang lalu. 

Berlangsung di ruangan A Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Kampus Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (28/08/2026.


Ketua Umum HMP-PS, Waniel Weth memberikan motivasi kepada setiap anggota yang hadir sekitar 6 orang lebih. Dari banyak mahasiswa yang ada, kamu yang ingin belajar, perkembang, ingin maju bersama, dan berprestasi.

Mereka yang tidak hadir bukan karena tidak mau ikut kegiatan evaluasi hari ini. Tetapi kita tahu bahwa mereka punya kesibukan/halangan sehingga tidak bisa datang ikut terlibat/berpartisipasi dalam rapat evaluasi hari ini. Dan kegiatan HMP-PS selanjutnya pasti akan mereka juga akan partisipasi.


"Waniel Weth sebagai Ketua

minta maaf selama ini, tidak memberikan teladan, kesempatan, kekompakan kurang, komunikasi hingga tidak memerintahkan tugas dari setiap bidang program kerja yang disusun dari setiap anggota bidang".

Program kerja yang disusun dengan target waktu tepat, tetapi selama ini anggota belum bergerak, tidak tahu tugas fungsi kerja setiap bidang, ada juga sudah tahu tetapi tidak ada niat baik untuk melakukan kegiatan yang baik bagi mahasiswa lain.

Dengan itu, Weth ambil alih dalam beberapa kegiatan seperti diskusi, undang senior untuk menjelaskan tugas dan fungsi oleh Kaka Meki Wetipo di bulan Mei kemarin. 

Bukan anggota tidak bisa tetapi anggota belum aktif dan jalankan program kerja dengan konsisten, kurang adanya kordinasi, komunikasi antar dosen, alumni, senior bahkan seluruh mahasiswa untuk kerjasama, sepakat, sepaham dan jalankan program kerja dengan konsisten.


Harapan supaya belajar dari kesalahan hari ini, belajar memperbaiki diri dan jalankan program kerja dengan baik penuh rasa tanggungjawab.


Lanjut agenda diskusi yang direncanakan di bulan September tentang "pentingnya berpikir kritis bagi mahasiswa pendidikan sejarah FKIP-UNCEN "

harap supaya bidang bersangkutan tanggungjawab kegiatan ini dengan baik.

Supaya mahasiswa baru/lama sebelum kuliah harus membekali dengan menekankan pentingnya berpikir kritis bagi setiap mahasiswa, supaya setiap mahasiswa tahu apa tujuan dia kuliah dan mengikuti kegiatan organisasi yang bisa berproses.


Agus Taplo, sekretaris Umum HMJ-P.IPS hadir dan memberikan penekanan kepada pengurus menjalankan program kerja dengan disiplin, komunikasi dengan dosen, senior-senior dan melakukan kegiatan dengan kesepakatan dari setiap pengurus dan anggota.

Supaya semua mahasiswa hadir dalam setiap kegiatan tertentu yang diadakan oleh HMP-PS.


Mahasiswa Pendidikan Sejarah adalah mahasiswa yang mampu berpikir kritis, berprestasi, penuh tanggungjawab dan integritas yang tinggi sebagai mahasiswa yang menjadi teladan, bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat umum bahkan siap kerja itu tergantung pada hari ini kita belajar berproses.

Dengan itu, menghargai dosen, menjaga 2 ruangan kita , mencintai sejarah hingga lulus.


Ditulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027

Rabu, 19 Agustus 2026

HMP Pendidikan Sejarah FKIP Uncen Sukses Gelar Pemilihan Ketua Angkatan dan Ketua Kelas 2026

 

Doc: setelah kegiatan pembentukan ketua angkatan & ketua kelas 2026, (19/08).

Jayapura–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) sukses menyelenggarakan kegiatan pembentukan pengurus angkatan dan ketua kelas bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Sekretaris II HMP, Nanise Lilbid. Di ruangan B Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN. (Rabu, 19/08/2026).


Dalam sesi pembuka, Ketua HMP Pendidikan Sejarah, Waniel Weth, memberikan pembekalan awal mengenai tugas dan fungsi krusial seorang pemimpin di tingkat mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya peran ketua angkatan dan ketua kelas dalam menjembatani komunikasi dengan dosen. Selain itu, Waniel juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga sikap, membangun kebiasaan belajar yang efektif selama empat tahun ke depan, serta fokus pada strategi menjadi mahasiswa berprestasi.


Melalui proses pemilihan yang demokratis, Marsela Sanadi resmi terpilih sebagai Ketua Angkatan Pendidikan Sejarah 2026, didampingi oleh sekretaris dan bendahara angkatan terpilih.Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua kelas. Dari empat kandidat yang maju bersaing, Yos Pagawak mendapatkan kepercayaan penuh dan terpilih sebagai Ketua Kelas 2026, yang selanjutnya dilengkapi dengan jajaran pengurus kelas lainnya.


Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Umum HMJ PIPS, Agus Taplo. Dalam arahannya, Agus menekankan pentingnya menjaga etika selama berkuliah. Ia berpesan agar seluruh mahasiswa baru senantiasa bersikap baik, sopan, serta saling menghargai antar sesama teman, kakak senior, maupun para dosen.Sementara itu, Hauni Hiktaop memberikan penegasan terkait kedisiplinan atribut kampus. Ia mengingatkan mahasiswa baru mengenai kewajiban mengenakan kostum hitam-putih pada hari Senin dan Selasa sebagai identitas pembeda antara senior dan adik tingkat. Hauni juga mengimbau mahasiswa untuk tidak ragu bertanya kepada Ketua HMP atau kakak tingkat jika menghadapi kendala atau kebingungan.


Kegiatan ini resmi ditutup oleh Ketua HMP, Waniel Weth. Dalam pesan/pengarahan penutupnya, Waniel memberikan motivasi agar mahasiswa baru fokus mengejar prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

"Semua itu kembali dan tergantung pada diri sendiri. Di sini tempat untuk kuliah, bukan tempat untuk berpacaran. Harapan besar kami, semua mahasiswa angkatan ini bisa mendapatkan beasiswa," tegas Waniel.


Ia juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menerapkan filosofi "Benteng Noken Sejarah 2026". Filosofi ini mengibaratkan proses menempuh pendidikan tinggi seperti seorang Mama Papua yang merajut Noken. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian dalam setiap proses pembuatannya, hingga akhirnya Noken tersebut menjadi sebuah karya yang indah dan bernilai tinggi di mata orang lain.Di akhir penyampaiannya, Waniel kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi yang baik dalam setiap interaksi, baik saat berhadapan/komunikasi dengan dosen maupun dengan kakak tingkat di lingkungan FKIP Uncen.


Disampaikan oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 


Jayapura, 19 Agustus 2026

Jumat, 14 Agustus 2026

EVALUASI PKKMB PRODI PENDIDIKAN SEJARAH: TANGGUNG JAWAB PANITIA HARUS DIKERJAKAN DENGAN DISIPLIN


Doc: Usai rapat evaluasi (Jumat, 14/2026) oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 

Jayapura–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Prodi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas A, Lantai 2 Gedung Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Jayapura, pada Jumat (14/08/2026). 

Rapat ini difokuskan untuk membahas berbagai kendala teknis dan koordinasi pada pelaksanaan PKKMB hari Rabu (12/08/2026) lalu, yang dinilai kurang sukses. Melalui evaluasi ini, pengurus HMP menekankan pentingnya rasa tanggung jawab, disiplin, dan komitmen bagi seluruh panitia demi mempersiapkan pelaksanaan PKKMB tahun 2027 yang lebih baik.

Pandangan Pimpinan Organisasi ketua HMP Pendidikan Sejarah, Waniel Weth, menegaskan bahwa tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi selama kegiatan. Waniel menegaskan bahwa hal-hal negatif yang terjadi pada kegiatan kemarin tidak boleh terulang lagi di masa mendatang. Panitia PKKMB 2027 harus mampu memberikan yang terbaik dengan belajar dari kekurangan panitia tahun 2026 ini. 

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ PIPS), Agus Taplo, menyampaikan pandangannya terkait kedisplinan forum. Meskipun jumlah panitia yang hadir dalam rapat evaluasi sedikit, ia mengapresiasi mereka yang datang karena menunjukkan mentalitas mau belajar dan bertanggung jawab mewakili rekan-rekan panitia lainnya.

Catatan Penting dan Evaluasi per Seksi rapat berlangsung dinamis dengan pemaparan kendala dari masing-masing seksi kerja:

Seksi Keamanan & Pendampingan Maba: Ditemukan adanya oknum panitia yang memberikan instruksi fisik berlebih seperti jongkok dan naik tangga. Akibatnya, ada mahasiswa baru yang mengalami kram kaki parah hingga tidak bisa berjalan. Panitia dinilai kurang tanggap dan sempat mengabaikan kondisi mahasiswa baru yang sakit tersebut. Padahal, sebelumnya sudah diumumkan di Aula FKIP agar mahasiswa baru yang memiliki riwayat sakit atau fisik lemah segera melapor untuk tidak mengikuti sesi jalan kaki. Namun, komunikasi ini kurang ditanggapi serius oleh mahasiswa baru yang bersangkutan.


Pada malam hari, orang tua dari mahasiswa baru yang cedera datang ke kampus dalam kondisi marah. Masalah ini diselesaikan secara mandiri oleh Kaka Alfredo, Agus Taplo, Agus Bidana, dan Demas yang mengantarkan mahasiswa tersebut pulang. 

Kejadian ini memicu teguran keras dan kekecewaan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNCEN, Bapak Petrus. Kedepan, seluruh panitia diminta kolektif bertanggung jawab dan tidak saling mengandalkan.

Seksi Acara & Master of Ceremony (MC):

Sesi acara prodi sempat diambil alih oleh dosen (Ibu Ester Yampeyadi) karena MC dinilai tidak siap, kurang fokus, dan kurang pengalaman. Petugas MC yang awalnya dijadwalkan (Isnot dan Defi) diganti mendadak oleh Alfa bersama Alfa, namun keduanya tidak menjalankan tugas dengan baik dan masih terus menunggu petunjuk Ketua HMP di saat acara harus dimulai.

Kondisi ruang kelas A berantakan saat dosen masuk, karena posisi MC tidak bersiap di tempat dan malah ikut berjalan ke Aula bersama mahasiswa baru. Di sisi lain, terdapat bantuan dari panitia tingkat fakultas dan jurusan (Orpa dan Elisabeth), namun koordinasinya belum terarah dengan baik.

Panitia menyoroti kurangnya konfirmasi jadwal materi dari para dosen pemateri seperti Ibu Megi, Bapak Kulyasin, dan Bapak Albert. Untuk ke depan, pihak Prodi diharapkan dapat memberikan salinan data SKS mata kuliah kepada Ketua HMP agar dapat dibagikan langsung, sehingga mahasiswa baru mengetahui mata kuliah yang akan dikontrak tiap semester.

Seksi Perlengkapan & Logistik:

Beban kerja seksi perlengkapan dinilai timpang karena sebagian besar tugas fisik dikerjakan sendiri oleh Ketua HMP (Waniel Weth) bersama beberapa rekan seperti Anius, Temerius, dan panitia mahasiswi. Pembersihan Laboratorium Sejarah bahkan dibantu oleh dosen, yaitu Bapak Susanto dan Bapak Kulyasin.

Seksi perlengkapan dan keamanan kurang sinkron terkait pemindahan ruangan (dari Ruang A ke Ruang B, hingga pemindahan ke Laboratorium Sejarah), sehingga sempat membuat pemateri menunggu. Ketua HMP bahkan harus membawa dan mengejar sendiri spanduk kegiatan ke halaman gedung fakultas agar terpasang di depan mahasiswa baru.

Setelah acara selesai, mayoritas panitia langsung meninggalkan lokasi. Proses pengembalian fasilitas kelas seperti menyusun kursi, memasang papan tulis, mengembalikan meja, dan bunga kembali diselesaikan secara mandiri oleh Waniel Weth dan Anis Dipur.

Agus Taplo sempat menegur tindakan salah satu panitia (Orpa) yang menyuruh kakak tingkat (senior angkatan 2023) untuk membersihkan ruangan. Menurutnya, batasan etika antara senior dan junior di lingkungan kampus tetap harus dihargai demi menjaga keharmonisan organisasi. 

Seksi Konsumsi:

Ditemukan adanya tindakan menegur panitia terkait makan siang di dalam ruangan di hadapan mahasiswa baru. Hal ini dinilai kurang etis dan seharusnya dibicarakan di luar ruangan.

Anggaran konsumsi yang terkumpul merupakan hasil sumbangan sukarela panitia. Namun, terjadi kekurangan porsi makanan yang menyebabkan Ketua HMP serta beberapa kakak tingkat tidak mendapat jatah makan siang. Selain itu, dilaporkan adanya hilangnya satu kotak kue konsumsi panitia, yang memicu kecurigaan internal akibat kurangnya konsistensi kerja. 

Untuk menutupi kekurangan fasilitas seperti air karton, tisu, kue panitia, dan photo booth, Ketua HMP terpaksa menggunakan dana pribadi karena pihak Prodi hanya menanggung pengadaan spanduk akibat belum turunnya anggaran dari fakultas.

Seksi Dokumentasi:

Proses dokumentasi yang dilakukan oleh Agus Bidana dan Ardyan masih menggunakan ponsel Android pribadi, sehingga kualitas gambar di beberapa sesi kurang maksimal. File dokumentasi juga belum disatukan di Google Drive dan video kegiatan belum diedit untuk diserahkan kepada dosen. Kedepan, panitia menyarankan pengadaan atau penyewaan kamera standar untuk arsip sejarah dan kebutuhan promosi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN ke luar.

Rekomendasi Pembenahan Organisasi Di akhir sesi evaluasi, Agus Taplo selaku Sekretaris Umum HMJ PIPS memberikan poin-poin saran strategis untuk perbaikan HMP Pendidikan Sejarah ke depan:

1. Penerapan Peraturan Organisasi: Mengingatkan seluruh anggota untuk patuh pada tata tertib kampus dan mekanisme rapat, termasuk budaya menginstruksi jika ingin menanggapi pembicaraan orang lain.

2. Kaderisasi dan Ketegasan: Pengurus HMP harus lebih tegas dan konsisten dalam mengambil kebijakan, serta melakukan kaderisasi kepemimpinan yang baik agar pembagian tugas berjalan optimal.

3. Fokus Kerja Terstruktur: Pada hari pelaksanaan kegiatan, setiap fungsi seksi harus langsung bergerak secara mandiri sesuai hasil pengarahan awal (briefing), tanpa perlu menunggu instruksi berulang dari Ketua HMP.

Penutup

Rapat evaluasi resmi ditutup oleh Sekretaris II HMP Pendidikan Sejarah, Nanise Lilbid. Dalam kalimat penutupnya, Nanise mengajak seluruh panitia untuk menjadikan kesalahan pada PKKMB 2026 sebagai pelajaran berharga yang tidak perlu dimasukkan ke dalam hati secara personal.Ia berharap draf evaluasi yang dibagikan dapat dibaca kembali di rumah masing-masing sebagai bahan refleksi diri, sehingga kepanitiaan PKKMB tingkat Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada tahun 2027 mampu menunjukkan performa kerja yang jauh lebih kompak, disiplin, dan sukses.


Ditulis oleh: Waniel Weth 

Ketua HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 



Jumat, 15 Mei 2026

HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN Gelar Diskusi Peringati Hari Buku Nasional



Doc: Foto bersama pemateri pada 15/05/2026.

Jayapura, 17 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasih (HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN) menggelar Diskusi Terbuka dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Sabtu (17/05/2026), di Ruang Sejarah FKIP-UNCEN.

Kegiatan yang mengusung tema _“Pentingnya Organisasi bagi Setiap Mahasiswa & Memahami Setiap Bidang Kerja HMP serta Sukses Menjalankan Program Kerja Tahunan”_ ini dihadiri beberapa mahasiswa Pendidikan Sejarah dan dipandu langsung oleh moderator Temerius Mul, dengan MC Deka.

Organisasi sebagai Kelas Kedua Mahasiswa

Dalam pemaparannya, Yuni Meke, Mahasiswa UNCEN sekaligus Ketua Umum IPM-WELBEN, menekankan bahwa organisasi adalah “kelas kedua” yang tidak didapatkan di ruang kuliah. 

“Organisasi melatih 5 hal penting: motivasi, integritas, tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen. Kalau mahasiswa tidak pernah terlibat, saat turun ke sekolah nanti akan kewalahan karena tidak terbiasa mengarahkan dan bertanggung jawab,” tegas Yuni.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar “titip nama” di organisasi tanpa menjalankan tugas. Menurutnya, hal itu merusak moral dan nama baik organisasi.

Bedah 6 Bidang Kerja HMP

Sementara itu, Meki Wetipo, S.Pd, Mantan Ketua HMJ dan Alumni Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, memaparkan tugas dan fungsi 6 bidang inti dalam HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN:

1. Bidang Pengembangan Organisasi – menguatkan internal dan kaderisasi pengurus.

2. Bidang Akademik dan Keilmuan – mengadakan diskusi, bedah buku, dan seminar sejarah.

3. Bidang Minat Bakat dan Kreativitas – menyalurkan potensi mahasiswa di bidang seni, olahraga, dan kreativitas.

4. Bidang Pengabdian Masyarakat – menyalurkan ilmu sejarah ke masyarakat dan sekolah.

5. Bidang Hubungan Eksternal– menjembatani komunikasi HMP dengan pihak luar dan membawa aspirasi mahasiswa ke pimpinan.

6. Bidang Kewirausahaan – mendorong kemandirian dana melalui bazar dan usaha kecil, tanpa selalu bergantung pada fakultas.

“Kegiatan HMP tidak akan jalan kalau koordinator bidang tidak paham tugasnya. Jika program kerja tidak dijalankan dengan baik, maka akan muncul ketidakbertanggungjawaban dan HMP bisa mati suri,” ujar Meki.

Harapan ke Depan

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh pengurus dan anggota HMP agar lebih memahami peran masing-masing. 

“Organisasi adalah latihan jadi guru, pemimpin, dan warga negara yang bertanggung jawab. Kalau serius di sini, kamu akan siap saat terjun ke masyarakat nanti,” tutup Meki.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi peringatan Hari Buku Nasional 2026.


_Waniel Weth-

Rabu, 13 Mei 2026

Tokoh Gilika-Lawe Sepakat Bentuk Panitia Selesaikan Konflik Pelayanan dan Versi Masuknya Injil

 

JAYAPURA – Tokoh masyarakat, mahasiswa, dan senior dari wilayah Gilika dan Lawe menggelar pertemuan di Sekretariat KB-YUSIDABEUR, Kota Jayapura, Rabu (13/05/2026). Pertemuan ini membahas kemunduran pelayanan gereja dan perbedaan versi masuknya Injil di kedua wilayah. Hasilnya, peserta sepakat membentuk satu panitia bersama sebagai langkah awal penyelesaian masalah.

Poin-poin yang disampaikan dalam pertemuan:

1. Kekompakan tanpa perbedaan – Kaka Oknel Meke, S.M., menegaskan pentingnya menyatukan mahasiswa, masyarakat, dan senior dari Gilika dan Lawe sebagai langkah pertama.  

2. Kondisi pelayanan lumpuh – Pelayanan di Gilika dan Lawe lumpuh total karena minimnya tenaga penginjil. Saat ini hanya ada satu penginjil aktif, Bapak Agus Nahabil.  

3. Pelaporan ke Klasis Yalimo Eleim – Bapak Korneles Deal, S.IP., akan melaporkan hasil diskusi dan mengusulkan penyatuan tanggal masuknya Injil serta doa pemulihan di Gilika.  

4. Pembentukan panitia khusus – Kaka Ebeth Nelambo, S.M., dan Kaka Amsal Nahabial, S.Sos., mendorong dibentuknya panitia khusus sebelum pembentukan Panitia Yubelium.  

5. Dukungan 10 desa – Orang tua Yahaya Paluke menekankan kehadiran 10 desa dari Lawe dan Gilika sangat penting untuk sumber dana kegiatan.  

6. Mendekatnya waktu Yubelium – Kaka Sanatiel Nahabial mengingatkan waktu menjelang Yubelium 50 Tahun Emas sudah mendesak.  

7. Ruang dialog terbuka – Yuni Meke, Ketua IPM-Welben, dan Yosias Bomol, Ketua IPM-DB, mengajak semua pihak duduk bersama tanpa menolak salah satu versi sejarah masuknya Injil.

Tugas selanjutnya yang disepakati:

1. Membentuk satu panitia untuk menyelesaikan konflik pelayanan dan perbedaan tanggal masuknya Injil di Gilika.  

2. Menggelar doa pemulihan atas masalah kematian dan lemahnya kekompakan pelayanan.  

3. Senior yang hadir berkomunikasi dengan pihak yang belum terlibat untuk menyatukan pikiran.  

4. Setelah kesatuan tercapai, konfirmasi kembali ke Pengurus KB-YUSIDABEUR dan KB-Kapasisigal untuk menyiapkan agenda pembentukan panitia.  

5. Fokus ke persiapan Panitia Yubelium 50 Tahun Emas di wilayah Gilika.


Oleh, Eliaser Wabuk 

Sekretaris Umum KB-YUSIDABEUR Rayon Gilika di Kota Jayapura 

IBU DR. KRISTINA SAWEN TEKANKAN PENTINGNYA MENGUTAMAKAN TUHAN BAGI MAHASISWA BARU ASRAMA GKI SILAS LIBORANG

  Doc: Foto Bersama setelah sampaikan materi oleh ibu. Sabtu, 29/09/2026 di Aula ASLIB Padang Bulan, Jayapura Papua. JAYAPURA– Dosen Fakulta...