WETHNANG NEWS
Doc: Usai Ujian Skripsi. Viktor Wisal foto bersama dengan teman-teman seperjuangan di area Feb.Uncen /14/10/2026.Jayapura, Wethnang Nimi –Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Papua. Viktor Wisal, Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih angkatan 2022, sukses mempertahankan karya skripsi orisinalnya dalam ujian akhir di Ruang S3 Ilmu Ekonomi FEB UNCEN, Rabu, 14 Oktober 2026.
Viktor mengangkat judul “Analisis Pendapatan Usaha Tani Perikanan Keramba Ikan Danau Sentani Kabupaten Jayapura”. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa usaha perikanan dengan sistem keramba merupakan metode yang sangat efektif dan berpotensi meningkatkan pendapatan pengusaha ikan di Danau Sentani.
Jawab Tantangan Dosen Dengan Percaya Diri
Salah satu momen menarik saat ujian, dosen pembimbing sempat bertanya, mengapa mahasiswa yang berasal dari Papua Pegunungan justru mengambil topik perikanan Danau Sentani.
Dengan lugas Viktor menjawab, “Saya ingin belajar tentang usaha ikan melalui alat atau tempat merawat ikan dengan keramba,”ungkapnya kepada Wethnang Nimi.
Proses Mandiri Januari - Oktober 2026
Perjalanan skripsi Viktor dimulai sejak Januari hingga Oktober 2026. Jika sebagian temannya sudah lebih dulu wisuda karena aktif melakukan pendekatan dengan dosen, Viktor memilih prinsip kemandirian. Ia menolak meminta bantuan pihak lain dan memastikan skripsinya benar-benar hasil jerih payahnya sendiri.
“4 tahun belajar tidak sia-sia, saya sudah mendalami bidang saya,” tegasnya.
Tantangan tidak sedikit, mulai dari mengasah kemampuan komunikasi dalam menyampaikan masalah penelitian, hingga keterbatasan finansial yang sempat menghambat proses penyusunan.
Pada hari H ujian, Viktor tidak melakukan publikasi besar-besaran. Ia hanya menyampaikan kepada orang tua dan kakaknya untuk meminta dukungan doa. Ia bahkan tidak meminta Pengurus KB-YUSIDABEUR Rayon Gilika di Kota Jayapura untuk memberikan ucapan selamat, karena tidak ingin merepotkan adik-adiknya dan tidak mencari pujian publik.
Pesan Untuk Generasi Muda Gilika
Bagi Viktor, ujian skripsi bukanlah akhir. Masih ada tahapan Yudisium, Wisuda, mencari pekerjaan, dan tantangan hidup sesungguhnya. Namun ia ingin kisahnya menjadi motivasi.
Ia berpesan kepada generasi penerus Papua, khususnya Kampung Gilika:
“Jangan kita minder dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pemikiran kita sehingga malas untuk membangun diri secara konsisten. Hargailah dirimu sendiri. Percaya bahwa saya anak pedalaman Papua juga bisa menjadi SDM yang berkualitas di bidangnya. Tidak perlu merepotkan orang lain hanya untuk pengakuan saja.”
Kisah Viktor menjadi bukti nyata bahwa kemandirian, integritas akademik, dan ketekunan adalah kunci utama meraih cita-cita.
Penulis: Tim Wethnang News
Lokasi: Jayapura, Papua
Email: wanielweth@gmail.com
om| FB: Wethwaniel | Jayapura, Papua






