peta situs

Jumat, 15 Mei 2026

HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN Gelar Diskusi Peringati Hari Buku Nasional



Doc: Foto bersama pemateri pada 15/05/2026.

Jayapura, 17 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasih (HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN) menggelar Diskusi Terbuka dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Sabtu (17/05/2026), di Ruang Sejarah FKIP-UNCEN.

Kegiatan yang mengusung tema _“Pentingnya Organisasi bagi Setiap Mahasiswa & Memahami Setiap Bidang Kerja HMP serta Sukses Menjalankan Program Kerja Tahunan”_ ini dihadiri beberapa mahasiswa Pendidikan Sejarah dan dipandu langsung oleh moderator Temerius Mul, dengan MC Deka.

Organisasi sebagai Kelas Kedua Mahasiswa

Dalam pemaparannya, Yuni Meke, Mahasiswa UNCEN sekaligus Ketua Umum IPM-WELBEN, menekankan bahwa organisasi adalah “kelas kedua” yang tidak didapatkan di ruang kuliah. 

“Organisasi melatih 5 hal penting: motivasi, integritas, tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen. Kalau mahasiswa tidak pernah terlibat, saat turun ke sekolah nanti akan kewalahan karena tidak terbiasa mengarahkan dan bertanggung jawab,” tegas Yuni.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar “titip nama” di organisasi tanpa menjalankan tugas. Menurutnya, hal itu merusak moral dan nama baik organisasi.

Bedah 6 Bidang Kerja HMP

Sementara itu, Meki Wetipo, S.Pd, Mantan Ketua HMJ dan Alumni Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, memaparkan tugas dan fungsi 6 bidang inti dalam HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN:

1. Bidang Pengembangan Organisasi – menguatkan internal dan kaderisasi pengurus.

2. Bidang Akademik dan Keilmuan – mengadakan diskusi, bedah buku, dan seminar sejarah.

3. Bidang Minat Bakat dan Kreativitas – menyalurkan potensi mahasiswa di bidang seni, olahraga, dan kreativitas.

4. Bidang Pengabdian Masyarakat – menyalurkan ilmu sejarah ke masyarakat dan sekolah.

5. Bidang Hubungan Eksternal– menjembatani komunikasi HMP dengan pihak luar dan membawa aspirasi mahasiswa ke pimpinan.

6. Bidang Kewirausahaan – mendorong kemandirian dana melalui bazar dan usaha kecil, tanpa selalu bergantung pada fakultas.

“Kegiatan HMP tidak akan jalan kalau koordinator bidang tidak paham tugasnya. Jika program kerja tidak dijalankan dengan baik, maka akan muncul ketidakbertanggungjawaban dan HMP bisa mati suri,” ujar Meki.

Harapan ke Depan

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh pengurus dan anggota HMP agar lebih memahami peran masing-masing. 

“Organisasi adalah latihan jadi guru, pemimpin, dan warga negara yang bertanggung jawab. Kalau serius di sini, kamu akan siap saat terjun ke masyarakat nanti,” tutup Meki.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi peringatan Hari Buku Nasional 2026.


_Waniel Weth-

Rabu, 13 Mei 2026

Tokoh Gilika-Lawe Sepakat Bentuk Panitia Selesaikan Konflik Pelayanan dan Versi Masuknya Injil

 

JAYAPURA – Tokoh masyarakat, mahasiswa, dan senior dari wilayah Gilika dan Lawe menggelar pertemuan di Sekretariat KB-YUSIDABEUR, Kota Jayapura, Rabu (13/05/2026). Pertemuan ini membahas kemunduran pelayanan gereja dan perbedaan versi masuknya Injil di kedua wilayah. Hasilnya, peserta sepakat membentuk satu panitia bersama sebagai langkah awal penyelesaian masalah.

Poin-poin yang disampaikan dalam pertemuan:

1. Kekompakan tanpa perbedaan – Kaka Oknel Meke, S.M., menegaskan pentingnya menyatukan mahasiswa, masyarakat, dan senior dari Gilika dan Lawe sebagai langkah pertama.  

2. Kondisi pelayanan lumpuh – Pelayanan di Gilika dan Lawe lumpuh total karena minimnya tenaga penginjil. Saat ini hanya ada satu penginjil aktif, Bapak Agus Nahabil.  

3. Pelaporan ke Klasis Yalimo Eleim – Bapak Korneles Deal, S.IP., akan melaporkan hasil diskusi dan mengusulkan penyatuan tanggal masuknya Injil serta doa pemulihan di Gilika.  

4. Pembentukan panitia khusus – Kaka Ebeth Nelambo, S.M., dan Kaka Amsal Nahabial, S.Sos., mendorong dibentuknya panitia khusus sebelum pembentukan Panitia Yubelium.  

5. Dukungan 10 desa – Orang tua Yahaya Paluke menekankan kehadiran 10 desa dari Lawe dan Gilika sangat penting untuk sumber dana kegiatan.  

6. Mendekatnya waktu Yubelium – Kaka Sanatiel Nahabial mengingatkan waktu menjelang Yubelium 50 Tahun Emas sudah mendesak.  

7. Ruang dialog terbuka – Yuni Meke, Ketua IPM-Welben, dan Yosias Bomol, Ketua IPM-DB, mengajak semua pihak duduk bersama tanpa menolak salah satu versi sejarah masuknya Injil.

Tugas selanjutnya yang disepakati:

1. Membentuk satu panitia untuk menyelesaikan konflik pelayanan dan perbedaan tanggal masuknya Injil di Gilika.  

2. Menggelar doa pemulihan atas masalah kematian dan lemahnya kekompakan pelayanan.  

3. Senior yang hadir berkomunikasi dengan pihak yang belum terlibat untuk menyatukan pikiran.  

4. Setelah kesatuan tercapai, konfirmasi kembali ke Pengurus KB-YUSIDABEUR dan KB-Kapasisigal untuk menyiapkan agenda pembentukan panitia.  

5. Fokus ke persiapan Panitia Yubelium 50 Tahun Emas di wilayah Gilika.


Oleh, Eliaser Wabuk 

Sekretaris Umum KB-YUSIDABEUR Rayon Gilika di Kota Jayapura 

HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN Gelar Diskusi Peringati Hari Buku Nasional

Doc: Foto bersama pemateri pada 15/05/2026. Jayapura, 17 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasi...