Jayapura, 17 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasih (HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN) menggelar Diskusi Terbuka dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Sabtu (17/05/2026), di Ruang Sejarah FKIP-UNCEN.
Kegiatan yang mengusung tema _“Pentingnya Organisasi bagi Setiap Mahasiswa & Memahami Setiap Bidang Kerja HMP serta Sukses Menjalankan Program Kerja Tahunan”_ ini dihadiri beberapa mahasiswa Pendidikan Sejarah dan dipandu langsung oleh moderator Temerius Mul, dengan MC Deka.
Organisasi sebagai Kelas Kedua Mahasiswa
Dalam pemaparannya, Yuni Meke, Mahasiswa UNCEN sekaligus Ketua Umum IPM-WELBEN, menekankan bahwa organisasi adalah “kelas kedua” yang tidak didapatkan di ruang kuliah.
“Organisasi melatih 5 hal penting: motivasi, integritas, tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen. Kalau mahasiswa tidak pernah terlibat, saat turun ke sekolah nanti akan kewalahan karena tidak terbiasa mengarahkan dan bertanggung jawab,” tegas Yuni.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar “titip nama” di organisasi tanpa menjalankan tugas. Menurutnya, hal itu merusak moral dan nama baik organisasi.
Bedah 6 Bidang Kerja HMP
Sementara itu, Meki Wetipo, S.Pd, Mantan Ketua HMJ dan Alumni Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, memaparkan tugas dan fungsi 6 bidang inti dalam HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN:
1. Bidang Pengembangan Organisasi – menguatkan internal dan kaderisasi pengurus.
2. Bidang Akademik dan Keilmuan – mengadakan diskusi, bedah buku, dan seminar sejarah.
3. Bidang Minat Bakat dan Kreativitas – menyalurkan potensi mahasiswa di bidang seni, olahraga, dan kreativitas.
4. Bidang Pengabdian Masyarakat – menyalurkan ilmu sejarah ke masyarakat dan sekolah.
5. Bidang Hubungan Eksternal– menjembatani komunikasi HMP dengan pihak luar dan membawa aspirasi mahasiswa ke pimpinan.
6. Bidang Kewirausahaan – mendorong kemandirian dana melalui bazar dan usaha kecil, tanpa selalu bergantung pada fakultas.
“Kegiatan HMP tidak akan jalan kalau koordinator bidang tidak paham tugasnya. Jika program kerja tidak dijalankan dengan baik, maka akan muncul ketidakbertanggungjawaban dan HMP bisa mati suri,” ujar Meki.
Harapan ke Depan
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh pengurus dan anggota HMP agar lebih memahami peran masing-masing.
“Organisasi adalah latihan jadi guru, pemimpin, dan warga negara yang bertanggung jawab. Kalau serius di sini, kamu akan siap saat terjun ke masyarakat nanti,” tutup Meki.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi peringatan Hari Buku Nasional 2026.
_Waniel Weth-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar