peta situs

Selasa, 01 September 2026

IBU DR. KRISTINA SAWEN TEKANKAN PENTINGNYA MENGUTAMAKAN TUHAN BAGI MAHASISWA BARU ASRAMA GKI SILAS LIBORANG

 

Doc: Foto Bersama setelah sampaikan materi oleh ibu. Sabtu, 29/09/2026 di Aula ASLIB Padang Bulan, Jayapura Papua.


JAYAPURA– Dosen Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, Ibu Dr. Kristina Sawen, S.H., M.H. memberikan pemahaman rohani kepada para penghuni baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang Padang Bulan.

Kegiatan penerimaan penghuni baru tersebut berlangsung di Aula ASLIB pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Acara ini bertujuan membekali mahasiswa baru secara iman dan karakter agar mampu menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan di Jayapura.

Dalam pemaparannya, Ibu Kristina menyoroti kondisi Papua saat ini.  

“Situasi dan kondisi Papua tidak baik-baik saja. Dengan itu, kita harus kembali mengenal bahwa desain Allah sempurna bagi kita semua: Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus,” ujarnya.

Utamakan Tuhan di Tengah Tantangan

Ibu Kristina mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan Tuhan sebagai hal yang utama dan permanen dalam hidup.  

“Mahasiswa harus utamakan Tuhan. Tanpa khawatir, kita percaya bahwa dengan adanya Tuhan, kita yang datang dari pegunungan untuk kuliah di Jayapura dapat menjalani semuanya dengan baik. Tetapi banyak tantangan yang akan dihadapi setiap orang, terutama mahasiswa,” jelasnya.

Beliau juga berpesan agar penghuni asrama mengisi waktu dengan hal-hal positif.  

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa baru di Asrama Liborang untuk tinggal dengan baik: belajar dengan rajin, mengikuti komunitas yang membangun diri, terlibat aktif dalam gereja, dan berorganisasi yang baik,” pesannya.

Hindari Hal Negatif, Kejar Prestasi

Ibu Kristina menekankan pentingnya menjaga kekudusan asrama.  

“Tinggal di asrama dengan tidak minum mabuk. Asrama ini adalah asrama yang diberkati, sehingga anak-anak pasti dijaga dan diberkati Tuhan,” tegasnya.

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi berprestasi.  

“Menjadi mahasiswa berprestasi di kampus bukan hal yang gampang. Tetapi mahasiswa yang mengutamakan Tuhan pasti akan berprestasi, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Supaya ke depan tidak ada hal negatif, tetapi hanya hal-hal yang membangun masa depan yang baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pondasi iman dan karakter bagi mahasiswa baru Asrama Putra GKI Pdt. Silas Liborang untuk menempuh pendidikan dengan takut akan Tuhan dan semangat belajar yang tinggi.

Di akhir penyampaiannya, beliau membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin bertumbuh bersama dalam iman.  

“Bagi adik-adik mahasiswa yang ingin bergabung dalam _Kelompok Tumbuh Bersama_, dapat menghubungi saya melalui nomor WhatsApp 0822-3088-4883 atau menghubungi Saudara Waniel di nomor 0812-8882-0490,” tutupnya.

Ditulis oleh Waniel Weth 



KULYASIN TEKANKAN PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH FKIP-UNCEN


Doc: Foto Bersama dengan narasumber setelah selesai Diskusi dengan bapak Dosen. 01/09/2026 


JAYAPURA – Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Bapak Kulyasin, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya berpikir kritis sebagai nalar berkualitas yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027 dengan mengangkat tema "Pentingnya Berpikir Kritis bagi Setiap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN". 

Kegiatan berlangsung di Ruangan A Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada Senin, 01 September 2026.

Diskusi ini dimoderatori oleh Agustinus Samuel Magai, mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa lama dan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Sejarah.

Nalar dan Budaya Ciri Manusia Berpendidikan

Dalam pemaparannya, Bapak Kulyasin menjelaskan bahwa berpikir kritis sangat penting untuk membedakan mana yang baik dan buruk dalam menyikapi informasi.

“Kalau naluri dan budidaya itu ciri binatang. Sedangkan nalar dan budaya itu ciri manusia. Di perguruan tinggi kita dituntut untuk berpikir kreatif dan berpikir kritis,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam membawa budaya. “Bahasa perguruan tinggi itu _drianomisme_, artinya kenal dan berteman dengan semua orang dari satu kabupaten. Boleh ingat kampung, tetapi jangan bawa budaya kampungan ke Jayapura,” tegasnya.

5 Langkah Berpikir Kritis Versi Bapak Kulyasin 

Lebih lanjut, Bapak Kulyasin membagikan 5 langkah berpikir kritis kepada mahasiswa:

1. Berhenti memberikan kesimpulan secara terburu-buru

2. Tanya informasi lebih dalam

3. Bandingkan informasi dari setiap jawaban A dan B

4. Ditimbang sesuai informasi yang benar berdasarkan fakta

5. Buat kesimpulan dari informasi tersebut

“Berpikir kritis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah ibarat Anda menyebrangi suatu sungai. Bagaimana kita bisa selamat sampai di seberang dengan pola pikir yang benar,” jelasnya.

Pengurus HMP Pendidikan Sejarah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kulyasin yang telah meluangkan waktu dan semangat untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa.

“Kami tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Dosen,” ujar perwakilan pengurus.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN mampu berpikir kritis dalam memahami informasi, sehingga dapat memilah mana informasi yang baik dan bermanfaat serta mana yang tidak berguna untuk ditinggalkan.


Di tulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah 

 FKIP-UNCEN periode 2026-2027

IBU DR. KRISTINA SAWEN TEKANKAN PENTINGNYA MENGUTAMAKAN TUHAN BAGI MAHASISWA BARU ASRAMA GKI SILAS LIBORANG

  Doc: Foto Bersama setelah sampaikan materi oleh ibu. Sabtu, 29/09/2026 di Aula ASLIB Padang Bulan, Jayapura Papua. JAYAPURA– Dosen Fakulta...