peta situs

Jumat, 28 Agustus 2026

HMP-PS : Gelar Kegiatan Rapat Evaluasi pengurus dan Anggota


Dokumentasi:  Pada saat rapat (28/08/2026 


Jayapura-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) melakukan kegiatan rapat bersama anggota demi kelancaran dalam program kerja yang disusun sejak dilantik.

Sesuai penetapan program kerja yang dilakukan di bulan Mei 2026 yang lalu. 

Berlangsung di ruangan A Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Kampus Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (28/08/2026.


Ketua Umum HMP-PS, Waniel Weth memberikan motivasi kepada setiap anggota yang hadir sekitar 6 orang lebih. Dari banyak mahasiswa yang ada, kamu yang ingin belajar, perkembang, ingin maju bersama, dan berprestasi.

Mereka yang tidak hadir bukan karena tidak mau ikut kegiatan evaluasi hari ini. Tetapi kita tahu bahwa mereka punya kesibukan/halangan sehingga tidak bisa datang ikut terlibat/berpartisipasi dalam rapat evaluasi hari ini. Dan kegiatan HMP-PS selanjutnya pasti akan mereka juga akan partisipasi.


"Waniel Weth sebagai Ketua

minta maaf selama ini, tidak memberikan teladan, kesempatan, kekompakan kurang, komunikasi hingga tidak memerintahkan tugas dari setiap bidang program kerja yang disusun dari setiap anggota bidang".

Program kerja yang disusun dengan target waktu tepat, tetapi selama ini anggota belum bergerak, tidak tahu tugas fungsi kerja setiap bidang, ada juga sudah tahu tetapi tidak ada niat baik untuk melakukan kegiatan yang baik bagi mahasiswa lain.

Dengan itu, Weth ambil alih dalam beberapa kegiatan seperti diskusi, undang senior untuk menjelaskan tugas dan fungsi oleh Kaka Meki Wetipo di bulan Mei kemarin. 

Bukan anggota tidak bisa tetapi anggota belum aktif dan jalankan program kerja dengan konsisten, kurang adanya kordinasi, komunikasi antar dosen, alumni, senior bahkan seluruh mahasiswa untuk kerjasama, sepakat, sepaham dan jalankan program kerja dengan konsisten.


Harapan supaya belajar dari kesalahan hari ini, belajar memperbaiki diri dan jalankan program kerja dengan baik penuh rasa tanggungjawab.


Lanjut agenda diskusi yang direncanakan di bulan September tentang "pentingnya berpikir kritis bagi mahasiswa pendidikan sejarah FKIP-UNCEN "

harap supaya bidang bersangkutan tanggungjawab kegiatan ini dengan baik.

Supaya mahasiswa baru/lama sebelum kuliah harus membekali dengan menekankan pentingnya berpikir kritis bagi setiap mahasiswa, supaya setiap mahasiswa tahu apa tujuan dia kuliah dan mengikuti kegiatan organisasi yang bisa berproses.


Agus Taplo, sekretaris Umum HMJ-P.IPS hadir dan memberikan penekanan kepada pengurus menjalankan program kerja dengan disiplin, komunikasi dengan dosen, senior-senior dan melakukan kegiatan dengan kesepakatan dari setiap pengurus dan anggota.

Supaya semua mahasiswa hadir dalam setiap kegiatan tertentu yang diadakan oleh HMP-PS.


Mahasiswa Pendidikan Sejarah adalah mahasiswa yang mampu berpikir kritis, berprestasi, penuh tanggungjawab dan integritas yang tinggi sebagai mahasiswa yang menjadi teladan, bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat umum bahkan siap kerja itu tergantung pada hari ini kita belajar berproses.

Dengan itu, menghargai dosen, menjaga 2 ruangan kita , mencintai sejarah hingga lulus.


Ditulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027

Rabu, 19 Agustus 2026

HMP Pendidikan Sejarah FKIP Uncen Sukses Gelar Pemilihan Ketua Angkatan dan Ketua Kelas 2026

 

Doc: setelah kegiatan pembentukan ketua angkatan & ketua kelas 2026, (19/08).

Jayapura–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) sukses menyelenggarakan kegiatan pembentukan pengurus angkatan dan ketua kelas bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Sekretaris II HMP, Nanise Lilbid. Di ruangan B Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN. (Rabu, 19/08/2026).


Dalam sesi pembuka, Ketua HMP Pendidikan Sejarah, Waniel Weth, memberikan pembekalan awal mengenai tugas dan fungsi krusial seorang pemimpin di tingkat mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya peran ketua angkatan dan ketua kelas dalam menjembatani komunikasi dengan dosen. Selain itu, Waniel juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga sikap, membangun kebiasaan belajar yang efektif selama empat tahun ke depan, serta fokus pada strategi menjadi mahasiswa berprestasi.


Melalui proses pemilihan yang demokratis, Marsela Sanadi resmi terpilih sebagai Ketua Angkatan Pendidikan Sejarah 2026, didampingi oleh sekretaris dan bendahara angkatan terpilih.Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua kelas. Dari empat kandidat yang maju bersaing, Yos Pagawak mendapatkan kepercayaan penuh dan terpilih sebagai Ketua Kelas 2026, yang selanjutnya dilengkapi dengan jajaran pengurus kelas lainnya.


Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Umum HMJ PIPS, Agus Taplo. Dalam arahannya, Agus menekankan pentingnya menjaga etika selama berkuliah. Ia berpesan agar seluruh mahasiswa baru senantiasa bersikap baik, sopan, serta saling menghargai antar sesama teman, kakak senior, maupun para dosen.Sementara itu, Hauni Hiktaop memberikan penegasan terkait kedisiplinan atribut kampus. Ia mengingatkan mahasiswa baru mengenai kewajiban mengenakan kostum hitam-putih pada hari Senin dan Selasa sebagai identitas pembeda antara senior dan adik tingkat. Hauni juga mengimbau mahasiswa untuk tidak ragu bertanya kepada Ketua HMP atau kakak tingkat jika menghadapi kendala atau kebingungan.


Kegiatan ini resmi ditutup oleh Ketua HMP, Waniel Weth. Dalam pesan/pengarahan penutupnya, Waniel memberikan motivasi agar mahasiswa baru fokus mengejar prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

"Semua itu kembali dan tergantung pada diri sendiri. Di sini tempat untuk kuliah, bukan tempat untuk berpacaran. Harapan besar kami, semua mahasiswa angkatan ini bisa mendapatkan beasiswa," tegas Waniel.


Ia juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menerapkan filosofi "Benteng Noken Sejarah 2026". Filosofi ini mengibaratkan proses menempuh pendidikan tinggi seperti seorang Mama Papua yang merajut Noken. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian dalam setiap proses pembuatannya, hingga akhirnya Noken tersebut menjadi sebuah karya yang indah dan bernilai tinggi di mata orang lain.Di akhir penyampaiannya, Waniel kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi yang baik dalam setiap interaksi, baik saat berhadapan/komunikasi dengan dosen maupun dengan kakak tingkat di lingkungan FKIP Uncen.


Disampaikan oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 


Jayapura, 19 Agustus 2026

Jumat, 14 Agustus 2026

EVALUASI PKKMB PRODI PENDIDIKAN SEJARAH: TANGGUNG JAWAB PANITIA HARUS DIKERJAKAN DENGAN DISIPLIN


Doc: Usai rapat evaluasi (Jumat, 14/2026) oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 

Jayapura–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (FKIP-UNCEN) menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Prodi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas A, Lantai 2 Gedung Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Jayapura, pada Jumat (14/08/2026). 

Rapat ini difokuskan untuk membahas berbagai kendala teknis dan koordinasi pada pelaksanaan PKKMB hari Rabu (12/08/2026) lalu, yang dinilai kurang sukses. Melalui evaluasi ini, pengurus HMP menekankan pentingnya rasa tanggung jawab, disiplin, dan komitmen bagi seluruh panitia demi mempersiapkan pelaksanaan PKKMB tahun 2027 yang lebih baik.

Pandangan Pimpinan Organisasi ketua HMP Pendidikan Sejarah, Waniel Weth, menegaskan bahwa tujuan utama dari evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi selama kegiatan. Waniel menegaskan bahwa hal-hal negatif yang terjadi pada kegiatan kemarin tidak boleh terulang lagi di masa mendatang. Panitia PKKMB 2027 harus mampu memberikan yang terbaik dengan belajar dari kekurangan panitia tahun 2026 ini. 

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ PIPS), Agus Taplo, menyampaikan pandangannya terkait kedisplinan forum. Meskipun jumlah panitia yang hadir dalam rapat evaluasi sedikit, ia mengapresiasi mereka yang datang karena menunjukkan mentalitas mau belajar dan bertanggung jawab mewakili rekan-rekan panitia lainnya.

Catatan Penting dan Evaluasi per Seksi rapat berlangsung dinamis dengan pemaparan kendala dari masing-masing seksi kerja:

Seksi Keamanan & Pendampingan Maba: Ditemukan adanya oknum panitia yang memberikan instruksi fisik berlebih seperti jongkok dan naik tangga. Akibatnya, ada mahasiswa baru yang mengalami kram kaki parah hingga tidak bisa berjalan. Panitia dinilai kurang tanggap dan sempat mengabaikan kondisi mahasiswa baru yang sakit tersebut. Padahal, sebelumnya sudah diumumkan di Aula FKIP agar mahasiswa baru yang memiliki riwayat sakit atau fisik lemah segera melapor untuk tidak mengikuti sesi jalan kaki. Namun, komunikasi ini kurang ditanggapi serius oleh mahasiswa baru yang bersangkutan.


Pada malam hari, orang tua dari mahasiswa baru yang cedera datang ke kampus dalam kondisi marah. Masalah ini diselesaikan secara mandiri oleh Kaka Alfredo, Agus Taplo, Agus Bidana, dan Demas yang mengantarkan mahasiswa tersebut pulang. 

Kejadian ini memicu teguran keras dan kekecewaan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNCEN, Bapak Petrus. Kedepan, seluruh panitia diminta kolektif bertanggung jawab dan tidak saling mengandalkan.

Seksi Acara & Master of Ceremony (MC):

Sesi acara prodi sempat diambil alih oleh dosen (Ibu Ester Yampeyadi) karena MC dinilai tidak siap, kurang fokus, dan kurang pengalaman. Petugas MC yang awalnya dijadwalkan (Isnot dan Defi) diganti mendadak oleh Alfa bersama Alfa, namun keduanya tidak menjalankan tugas dengan baik dan masih terus menunggu petunjuk Ketua HMP di saat acara harus dimulai.

Kondisi ruang kelas A berantakan saat dosen masuk, karena posisi MC tidak bersiap di tempat dan malah ikut berjalan ke Aula bersama mahasiswa baru. Di sisi lain, terdapat bantuan dari panitia tingkat fakultas dan jurusan (Orpa dan Elisabeth), namun koordinasinya belum terarah dengan baik.

Panitia menyoroti kurangnya konfirmasi jadwal materi dari para dosen pemateri seperti Ibu Megi, Bapak Kulyasin, dan Bapak Albert. Untuk ke depan, pihak Prodi diharapkan dapat memberikan salinan data SKS mata kuliah kepada Ketua HMP agar dapat dibagikan langsung, sehingga mahasiswa baru mengetahui mata kuliah yang akan dikontrak tiap semester.

Seksi Perlengkapan & Logistik:

Beban kerja seksi perlengkapan dinilai timpang karena sebagian besar tugas fisik dikerjakan sendiri oleh Ketua HMP (Waniel Weth) bersama beberapa rekan seperti Anius, Temerius, dan panitia mahasiswi. Pembersihan Laboratorium Sejarah bahkan dibantu oleh dosen, yaitu Bapak Susanto dan Bapak Kulyasin.

Seksi perlengkapan dan keamanan kurang sinkron terkait pemindahan ruangan (dari Ruang A ke Ruang B, hingga pemindahan ke Laboratorium Sejarah), sehingga sempat membuat pemateri menunggu. Ketua HMP bahkan harus membawa dan mengejar sendiri spanduk kegiatan ke halaman gedung fakultas agar terpasang di depan mahasiswa baru.

Setelah acara selesai, mayoritas panitia langsung meninggalkan lokasi. Proses pengembalian fasilitas kelas seperti menyusun kursi, memasang papan tulis, mengembalikan meja, dan bunga kembali diselesaikan secara mandiri oleh Waniel Weth dan Anis Dipur.

Agus Taplo sempat menegur tindakan salah satu panitia (Orpa) yang menyuruh kakak tingkat (senior angkatan 2023) untuk membersihkan ruangan. Menurutnya, batasan etika antara senior dan junior di lingkungan kampus tetap harus dihargai demi menjaga keharmonisan organisasi. 

Seksi Konsumsi:

Ditemukan adanya tindakan menegur panitia terkait makan siang di dalam ruangan di hadapan mahasiswa baru. Hal ini dinilai kurang etis dan seharusnya dibicarakan di luar ruangan.

Anggaran konsumsi yang terkumpul merupakan hasil sumbangan sukarela panitia. Namun, terjadi kekurangan porsi makanan yang menyebabkan Ketua HMP serta beberapa kakak tingkat tidak mendapat jatah makan siang. Selain itu, dilaporkan adanya hilangnya satu kotak kue konsumsi panitia, yang memicu kecurigaan internal akibat kurangnya konsistensi kerja. 

Untuk menutupi kekurangan fasilitas seperti air karton, tisu, kue panitia, dan photo booth, Ketua HMP terpaksa menggunakan dana pribadi karena pihak Prodi hanya menanggung pengadaan spanduk akibat belum turunnya anggaran dari fakultas.

Seksi Dokumentasi:

Proses dokumentasi yang dilakukan oleh Agus Bidana dan Ardyan masih menggunakan ponsel Android pribadi, sehingga kualitas gambar di beberapa sesi kurang maksimal. File dokumentasi juga belum disatukan di Google Drive dan video kegiatan belum diedit untuk diserahkan kepada dosen. Kedepan, panitia menyarankan pengadaan atau penyewaan kamera standar untuk arsip sejarah dan kebutuhan promosi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN ke luar.

Rekomendasi Pembenahan Organisasi Di akhir sesi evaluasi, Agus Taplo selaku Sekretaris Umum HMJ PIPS memberikan poin-poin saran strategis untuk perbaikan HMP Pendidikan Sejarah ke depan:

1. Penerapan Peraturan Organisasi: Mengingatkan seluruh anggota untuk patuh pada tata tertib kampus dan mekanisme rapat, termasuk budaya menginstruksi jika ingin menanggapi pembicaraan orang lain.

2. Kaderisasi dan Ketegasan: Pengurus HMP harus lebih tegas dan konsisten dalam mengambil kebijakan, serta melakukan kaderisasi kepemimpinan yang baik agar pembagian tugas berjalan optimal.

3. Fokus Kerja Terstruktur: Pada hari pelaksanaan kegiatan, setiap fungsi seksi harus langsung bergerak secara mandiri sesuai hasil pengarahan awal (briefing), tanpa perlu menunggu instruksi berulang dari Ketua HMP.

Penutup

Rapat evaluasi resmi ditutup oleh Sekretaris II HMP Pendidikan Sejarah, Nanise Lilbid. Dalam kalimat penutupnya, Nanise mengajak seluruh panitia untuk menjadikan kesalahan pada PKKMB 2026 sebagai pelajaran berharga yang tidak perlu dimasukkan ke dalam hati secara personal.Ia berharap draf evaluasi yang dibagikan dapat dibaca kembali di rumah masing-masing sebagai bahan refleksi diri, sehingga kepanitiaan PKKMB tingkat Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada tahun 2027 mampu menunjukkan performa kerja yang jauh lebih kompak, disiplin, dan sukses.


Ditulis oleh: Waniel Weth 

Ketua HMP Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN 



LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA

  📢 LAPORAN KEGIATAN DIES NATALIS III KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA DI JAYAPURA Shalom, Salam Sejahtera! Puji syukur kepada Tuhan, pada hari R...