peta situs

Kamis, 03 September 2026

Na Kal Tomeak Ne Saya anak Honai




 

Doc: Waniel weth, di depan Honai adat Gilika yang dibangun oleh Thomas, Enos Sahe, Yosam Bomol, Waniel, Omku Lamekh Wabuk, Om Septinus Meke, dan Almarhum Lukas Wisal, Sekitar tahun 2017


Pandangan saya terharap Honai adalah rumah adat yang sangat kaya dengan pendidikan/ilmu pengetahuan terutama tentang mendidik dan  bercerita dari tua-tua adat (Nai yabo/nong mabo nang).


1. Pendidikan (Budaya mendidik) yang merupakan pendidikan formal berdasarkan kebiasaan budaya mendidik kepada anak-anak muda untuk belajar berkarakter dan kehidupan sosial bermoral serta spritual atas kepercayaan nenek moyang bangsa dan suku. diwajibkan tinggal berhati-hati karena ada banyak tantangan dalam kehidupan ini.


a. Jangan jalan dengan anak-anak lain 

(Hale mabo boap ving kom)

Jika ada jalan dengan teman untuk 

 berburu atau berkebun tetapi jatuh di atas pohon, jatuh dengan jurang, dan sebagainya pasti ada masalah besar karena harus bayar babi atau bayar kekayaan harta lainnya yang menurut suku Yale/Mek yang dianggap berharga. 

b. Jangan duduk cerita di rumah honai perempuan (Kelabo ae ak/kel tek simun bah yubu yalul).

Karena pasti kamu buat masalah dengan perempuan lain atau main dengan saudara perempuan, pasti ada masalah nanti, pria (kabuni) itu selalu tidur, cerita, dan makan di honai pria)

B. Pendidikan Budaya Cerita Suku Yale atau suku Mek sekarang (Reformasi Penginjilan Gereja Budaya Barat), abad 19 yang menghilangkan budaya cerita ini di Honai adat pria/kabuni.


Kepala suku atau pemimpin tertinggi dan berpengalaman atas perang suku, ahli berburu, berkebun dan keahlian lainnya.

Duduk cerita berdasarkan pengalaman di Honai (Kal tomeak) anak-anak muda diam dengar dan bertanya supaya anak-anak muda (kabuni) itu harus sama seperti orang yang bercerita itu sendiri. Supaya menjadi profesional dalam dunia berburu, berkebun, dan menjadi pemimpin sukunya. Kabuni yang artinya (pemuda) dalam Bahasa Mek harus dengar dan tangkap dari setiap cerita. Itu pengalaman itu menjadi ilmu pengetahuan   baginya.


C. Kal Tomeak (Honai Adat Pria Suku Yale/Mek

Honai bukan hanya mengajarkan kehidupan berburu, berkebun, dan ahli perang suku saja. Tetapi 

Kal tomeak juga berfungsi sebagai rumah untuk bakar ubi, pisang dan sayur lainnya bakar makan atau bawa makanan dari rumah kecil (kel ae-ak) makan di honai.

Jika ada yang belum makan berarti bisa berikannya, supaya dia makan tidur, jangan sampai lapar tahan tidur.

Kita dapat disimpulkan bahwa 

Manusia (Nimi) dari suku Yale/Mek sudah ada pendidikan warisan nenek moyang.


Pendidikan dari luar Papua, hanya datang memberikan gambaran dan wawasan budaya luar (budaya pendidikan Barat).


Kampung Gilika, 

01 Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HMP PENDIDIKAN SEJARAH FKIP-UNCEN GELAR DISKUSI ILMIAH PART III BERSAMA DUTA BACA UNCEN 2025

      Doc: Foto Bersama setelah kegiatan selesai, 04/09/2026-Ruangan A Pendidikan Sejarah.  Jayapura, 04 September 2026 - Pengurus HMP Pendi...