Doc: Foto Bersama dengan narasumber setelah selesai Diskusi dengan bapak Dosen. 01/09/2026
JAYAPURA – Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN, Bapak Kulyasin, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya berpikir kritis sebagai nalar berkualitas yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN periode 2026-2027 dengan mengangkat tema "Pentingnya Berpikir Kritis bagi Setiap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN".
Kegiatan berlangsung di Ruangan A Prodi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN pada Senin, 01 September 2026.
Diskusi ini dimoderatori oleh Agustinus Samuel Magai, mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa lama dan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Sejarah.
Nalar dan Budaya Ciri Manusia Berpendidikan
Dalam pemaparannya, Bapak Kulyasin menjelaskan bahwa berpikir kritis sangat penting untuk membedakan mana yang baik dan buruk dalam menyikapi informasi.
“Kalau naluri dan budidaya itu ciri binatang. Sedangkan nalar dan budaya itu ciri manusia. Di perguruan tinggi kita dituntut untuk berpikir kreatif dan berpikir kritis,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam membawa budaya. “Bahasa perguruan tinggi itu _drianomisme_, artinya kenal dan berteman dengan semua orang dari satu kabupaten. Boleh ingat kampung, tetapi jangan bawa budaya kampungan ke Jayapura,” tegasnya.
5 Langkah Berpikir Kritis Versi Bapak Kulyasin
Lebih lanjut, Bapak Kulyasin membagikan 5 langkah berpikir kritis kepada mahasiswa:
1. Berhenti memberikan kesimpulan secara terburu-buru
2. Tanya informasi lebih dalam
3. Bandingkan informasi dari setiap jawaban A dan B
4. Ditimbang sesuai informasi yang benar berdasarkan fakta
5. Buat kesimpulan dari informasi tersebut
“Berpikir kritis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah ibarat Anda menyebrangi suatu sungai. Bagaimana kita bisa selamat sampai di seberang dengan pola pikir yang benar,” jelasnya.
Pengurus HMP Pendidikan Sejarah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kulyasin yang telah meluangkan waktu dan semangat untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa.
“Kami tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Dosen,” ujar perwakilan pengurus.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN mampu berpikir kritis dalam memahami informasi, sehingga dapat memilah mana informasi yang baik dan bermanfaat serta mana yang tidak berguna untuk ditinggalkan.
Di tulis oleh pengurus HMP Pendidikan Sejarah
FKIP-UNCEN periode 2026-2027

Tidak ada komentar:
Posting Komentar