Doc: foto bersama setelah kegiatan selesai, di postingan Instragram @gatiraa. Sabtu, (25 April 2026
Pentingnya Kesadaran Literasi bagi kehidupan Mahasiswa dan masyarakat Papua
Reading party : Books & Conversation
Dalam rangka hari buku sedunia (world book day) yang selenggarakan oleh komunitas Gatiraa di kafe Khlui perumnas 1 Waena, Jayapura
Sabtu, (25/April/2026)
Sejarah Hari Buku se-dunia
Hari Buku se-dunia (world book day) sejak pertama kali ditetapkan oleh UNISCO pada 1995, sepanjang tahun merayakan setiap tahun. Sudah 29 Tahun lalu, penetapannya di konferensi umum UNISCO ke-28 di Paris.
Setiap 23 April dipilih karena tanggal ini banyak penulis besar dunia meninggal, seperti Shakespeare dan Cervantes.
Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk promosi membaca, kesadaran Intektual hebat, penerbitan, dan hak cipta.
Tahun 2026 ini menghayati/memperingati hari buku se-dunia yang ke-31.
Dalam kesempatan ini, Gatiraa (komunitas kecil tentang kesadaran literasi) yang diselenggarakan dengan sederhana, kegiatan baca buku bersama (together books reading).
Gatiraa mengundang mahasiswa universitas Cenderawasih terutama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dari banyak mahasiswa yang ada, 3 orang yang mewakili mengikuti kegiatan ini. Tiga (3) mahasiswa tersebut dua orang dari program studi Pendidikan Biologi dan satu orang dari Prodi Pendidikan Sejarah.
Kegiatan reading party book conversation adalah kegiatan kepedulian komunitas Gatiraa terhadap literasi (baca tulis) di Papua. Atas realitas yang sedang di hadapi oleh seluruh orang Papua tentang kurangnya minat membaca buku yang menyebabkan tidak bisa berpikir kritis, mengikuti kegiatan hiburan saja dan dampaknya bisa dimanfaatkan oleh pihak bersangkutan. Karena kebodohan diri sendiri, serta tidak bisa melihat kehidupan sosial yang terjadi dimana-mana.
Dengan itu, Gatiraa mem -bergerak hati untuk membukakan pintu jalannya intektual yang berkualitas dari Timur Indonesia secara luas.
Narasumber terhebat (Kak Ohcy, educreator dan penulis buku 'Bagaimana jika")
Gatiraa hadirkan kegiatan hari buku sedunia, dengan narasumber yang luar biasa. Yaitu kak Ohcy educreator dan penulis buku " Bagaimana Jika". Dengan kak ohcy sangat memahami tentang pendidikan di Papua dan bagaimana anak-anak Papua belajar sesuai kontekstual Papua. Supaya pendidikan tidak jauh dari luar Papua tetapi belajar dari daerah nya sendiri.
Dengan berpikir kritis dan kreatif dalam kehidupan manusia. Kak Ohcy mengajarkan 3 mindset yang berkualitas tentang perilaku manusia untuk bersosial dalam masyarakat.
Dalam perjalanan kehidupan manusia sering muncul rasa ingin tahu dan ambisi instraksi sosial tinggi untuk kemaknaan hidup sesungguhnya. Kak Ohcy menjelaskan secara sederhana sehingga peserta lebih 10 orang ikut sangat menikmati proses belajarnya.
selanjutnya, membaca buku masing-masing dan sharing apa yang dipelajari serta terakhir main gemas di buku tentang "Bagaimana jika" bersama kak Ohcy penulis bukunya.
Buku ini sangat inspiratif bagi banyak orang. Singkat tetapi kena di sasaran untuk membedakan kehidupan manusia secara baik dan buruk.
Diskusi Bersama dengan pihak Gatiraa dan kak Ohcy
Pesan disampaikan dari Kak Ohcy dan pendiri Gatiraa kepada perwakilan mahasiswa FKIP Universitas Cenderawasih.
Harap kerjasamanya untuk mengadakan kegiatan Penggerak literasi kepada sesama mahasiswa dan masyarakat Papua. Supaya kesadaran manusia untuk memanusiakan manusia muncul dari peran literasi secara efektif terhadap semua pihak.
Jika FKIP UNCEN membutuhkan literasi secara umum, kami terbuka sekali untuk sama-sama menjalankan hal positif (pendidikan) kepada mahasiswa Papua, supaya menjadi guru profesional dan mengubah peradaban Pendidikan secara nyata.
Curhatan dan Pembayaran mandiri Waniel Weth
Waniel Weth, mahasiswa pendidikan sejarah sangat berterima kasih karena selama Waniel selama tinggal di Jayapura tidak pernah mengikuti kegiatan seperti ini.
Waniel Weth, sebelum ikut kegiatan, sempat chat di grup WA (curhat), tentang pembayaran untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dan perpaksa bayar secara mandiri.
Untuk manfaat nya saya mendapatkan banyak hal positif. Terima kasih semuanya.
Dicatat oleh Waniel Weth (Mahasiswa Prodi Pendidikan sejarah FKIP-UNCEN)
Salam literasi untuk seluruh mahasiswa Papua 🤝

Tidak ada komentar:
Posting Komentar