peta situs

Senin, 17 November 2025

Kuliah Umum Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Public lecture “Dinamika Timur Tengah dalam Diplomasi Indonesia” Aula FISIP Universitas Cenderawasih – Jayapura, 18 November 2025


      Foto Waniel-dengan anggota BSKLN yang bagian keamanan dan hukum di Timur Tengah.


LAPORAN KEGIATAN

Kuliah Umum Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Public lecture “Dinamika Timur Tengah dalam Diplomasi Indonesia” 

Aula FISIP Universitas Cenderawasih – Jayapura, 18 November 2025.


1. Latar Belakang

   Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Badan Sinergi Kementerian Luar Negeri (BSKLN) sebagai bagian dari upaya memperluas literasi publik mengenai politik luar negeri Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan akademik kepada dosen, mahasiswa, dan civitas akademika Universitas Cenderawasih Jayapura mengenai dinamika kawasan Timur Tengah serta posisi strategis Indonesia di tingkat global.

Pemilihan Papua—khususnya Universitas Cenderawasih—menjadi lokasi kuliah umum merupakan bentuk komitmen Kementerian Luar Negeri untuk menghadirkan edukasi diplomasi secara merata di seluruh Indonesia, termasuk Indonesia Timur.

2. Pemateri

Kuliah umum dibawakan oleh Disampaikan oleh: Vahd Nabyl Achmad Muchela

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, didampingi oleh beberapa anggota tim BSKLN. Para pemateri memberikan penjelasan teoritis sekaligus pengalaman lapangan selama bertugas dalam berbagai misi diplomasi di Timur Tengah.

3. Agenda Materi

Berdasarkan slide dan penjelasan pemateri, terdapat enam poin pokok yang disampaikan, yaitu:

1. Sekilas tentang BSKLN

2. Mengenal kawasan “Timur Tengah”

3. Signifikansi kontemporer Timur Tengah

4. Dinamika hubungan Indonesia dan Timur Tengah

5. Diplomatic exposures di Timur Tengah

6. Key takeaways (poin-poin penting)

4. Penjelasan Materi Kuliah Umum

1) Sekilas tentang BSKLN

Pemateri menjelaskan fungsi BSKLN sebagai jembatan antara Kementerian Luar Negeri dan publik. Tugas BSKLN meliputi:

Melaksanakan kuliah umum, edukasi, dan diseminasi kebijakan luar negeri.

Menghubungkan diplomasi pemerintah dengan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Meningkatkan pemahaman publik terhadap isu-isu internasional.

Melalui kegiatan seperti ini, BSKLN berharap generasi muda Papua semakin melek geopolitik dan memahami peran Indonesia di dunia.

2) Mengenal Kawasan “Timur Tengah”

Pemateri menguraikan batasan geografis dan karakteristik kawasan Timur Tengah, termasuk:

Negara-negara yang tergolong sebagai Timur Tengah.

Ciri budaya, agama, bahasa, serta sejarah panjang peradaban di kawasan tersebut.

Mengapa kawasan ini menjadi pusat perhatian dunia, baik dari sisi energi, politik, maupun keamanan.

Kawasan ini memiliki hubungan historis dengan Indonesia melalui perdagangan, pendidikan, diplomasi, dan ikatan keagamaan.

3) Signifikansi Kontemporer Timur Tengah

Poin ini menekankan pentingnya Timur Tengah di era modern:

Energi dunia: pemasok utama minyak dan gas global.

Perdagangan internasional: jalur vital seperti Terusan Suez dan Selat Hormuz.

Investasi & ekonomi: peluang kerja sama dengan negara Teluk yang sedang tumbuh cepat.

Politik global: dinamika konflik Palestina, Suriah, Yaman, rivalitas Iran–Saudi, hingga normalisasi hubungan antarnegara.

Indonesia berkepentingan menjaga stabilitas dan membangun kemitraan strategis dengan kawasan ini.

4) Dinamika Hubungan Indonesia dan Timur Tengah

Pemateri menjelaskan hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah, meliputi:

Kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Kerja sama pendidikan, keagamaan, dan pertukaran budaya.

Perlindungan WNI dan pekerja migran.

Diplomasi Indonesia di forum internasional (OKI, GNB, PBB) terutama terkait isu Palestina.

Kunjungan kenegaraan, perjanjian bilateral, dan peluang kerja sama baru di masa depan.

Kawasan Timur Tengah juga menjadi mitra penting dalam penguatan ketahanan energi nasional.

5) Diplomatic Exposures di Timur Tengah

Bagian ini menjadi sangat menarik karena pemateri dan tim BSKLN berbagi pengalaman nyata selama menjalankan tugas diplomasi:

Menangani konflik dan situasi krisis untuk melindungi WNI.


Negosiasi diplomatik dalam isu keamanan, hukum internasional, dan kemanusiaan.

Pengalaman evakuasi warga Indonesia di negara konflik seperti Suriah dan Yaman.

Upaya membangun kerja sama ekonomi dan menarik investasi.

Pembelajaran penting tentang komunikasi budaya, sensitivitas politik, dan etika diplomasi.

Bagian ini memberikan gambaran nyata tentang dunia diplomasi di lapangan.

6) Key Takeaways (Hal-Hal Penting yang Perlu Diingat)

Pada penutup materi, pemateri menyoroti beberapa pelajaran utama:

Diplomasi adalah kombinasi antara keahlian komunikasi, pemahaman budaya, dan kemampuan negosiasi.

Timur Tengah adalah kawasan strategis yang sangat memengaruhi ekonomi dan stabilitas dunia.

Indonesia memiliki posisi terhormat di mata negara-negara kawasan sebagai negara Muslim terbesar yang demokratis dan moderat.

Mahasiswa harus memahami geopolitik agar mampu membaca isu global dan berkontribusi dalam masa depan diplomasi Indonesia.

Kemenlu RI hadir di Papua untuk mendorong generasi muda agar lebih terlibat dalam isu internasional.


5. Kesimpulan

        Kuliah umum Kementerian Luar Negeri RI di Aula FISIP-UNCEN memberikan wawasan komprehensif tentang geopolitik Timur Tengah dan peran strategis Indonesia. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dilengkapi dengan pengalaman langsung para diplomat, sehingga sangat bermanfaat bagi peserta.

      Kegiatan ini diharapkan memperluas pengetahuan mahasiswa dan dosen mengenai diplomasi, serta memotivasi generasi muda Papua untuk memahami isu global dan ikut berperan dalam membangun hubungan internasional Indonesia di masa depan.


Dicatat oleh Waniel Weth mahasiswa Sejarah FKIP-UNCEN Jayapura.

Jumat, 14 November 2025

Jiwa Anak-Anak Muda Kristen untuk Mengubah Peradaban Dunia Baru Papua Dalam Kegiatan Weekend Alumni Perkantas Papua 2025, Hotel Suni Abepura, Jayapura ( – 05 November 2025);

 Jiwa Anak-Anak Muda Kristen untuk Mengubah Peradaban Dunia Baru Papua

Dalam Kegiatan Weekend Alumni Perkantas Papua 2025,

Hotel Suni Abepura, Jayapura ( – 05 November 2025);



Foto 4 orang anak Papua, di hotel suni Abepura, Jayapura. November 2025;

Jayapura — Suasana hangat dan penuh sukacita memenuhi ruang pertemuan di Hotel Suni Abepura, Jayapura, dalam rangka kegiatan Weekend Alumni Perkantas Papua tahun 2025. Acara yang mempertemukan berbagai generasi alumni dan kader muda Perkantas ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat kembali panggilan pelayanan, kekeluargaan, dan semangat perubahan bagi tanah Papua.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah anak muda Kristen yang hadir menunjukkan antusiasme luar biasa untuk terlibat dalam gerakan pembaharuan. Empat pemuda yang tergambar dalam dokumentasi acara tersebut menjadi representasi generasi baru Papua yang memiliki hati untuk Tuhan dan kerinduan untuk membangun peradaban baru melalui integritas, iman, dan karya nyata.

Pertemuan ini bukan sekadar reuni, tetapi wadah refleksi dan penguatan iman. Para peserta diajak menggali kembali visi Perkantas: membentuk mahasiswa dan pelajar Kristen yang memiliki karakter Kristus, pemimpin yang berintegritas, serta pribadi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui sesi pembinaan, doa, dan diskusi, para muda-mudi ini disadarkan kembali bahwa perubahan Papua dimulai dari generasi yang mau dibentuk dan diperlengkapi.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa melalui kegiatan Weekend Alumni ini, mereka semakin yakin bahwa Tuhan sedang menyiapkan generasi transformatif yang akan membawa angin segar bagi Papua, baik di bidang pelayanan, pendidikan, kemasyarakatan, hingga kepemimpinan.

“Kami percaya bahwa Papua akan mengalami perubahan ketika generasi mudanya hidup takut akan Tuhan dan mau bekerja dengan hati yang benar,” ujarnya.

Acara Weekend Alumni Perkantas Papua 2025 ini menjadi titik temu antara pengalaman masa lalu dan harapan masa depan. Dengan semangat persaudaraan dan kasih Kristus, para peserta pulang dengan hati yang dipenuhi sukacita dan komitmen untuk terus menjadi garam dan terang bagi Papua—membangun peradaban baru yang penuh kebenaran, damai, dan pengharapan.


Oleh Waniel Weth 


Salah satu dari 4 orang itu pada gambar 📝

BERSAMA KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA MEMBAWA PERSATUAN MAHASISWA & MASYARAKAT GILIKA KELUAR DARI SEKAT EGOISME

 BERSAMA KB-YUSIDABEUR RAYON GILIKA MEMBAWA PERSATUAN MAHASISWA & MASYARAKAT GILIKA KELUAR DARI SEKAT EGOISME. (November 2025);

   Doc: foto bersama oleh generasi Muda Gilika di Jayapura, November 2025.

Sudah saatnya generasi muda Gilika, khususnya Mahasiswa, bangkit dari sekat-sekat sempit yang selama ini membelenggu semangat kebersamaan. Egoisme kampung, Distrik, lahir besar kota, kampung dan ikatan lokal yang menutup ruang dialog dan kolaborasi hanya melahirkan perpecahan yang melemahkan kekuatan intelektual kita sendiri. Kita lupa bahwa tujuan utama Mahasiswa bukan sekadar mengangkat identitas asal, tetapi membangun kesadaran kolektif demi perubahan sosial yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Gilika.


Persatuan sejati tidak lahir dari asal-usul yang sama, tetapi dari kesadaran bahwa masa depan daerah ini ditentukan oleh kemampuan kita untuk berpikir dan bergerak bersama. 

Mahasiswa Gilika harus berani keluar dari kotak sempit primordialisme lokal, dan menatap jauh ke depan sebagai satu tubuh yang menyatu dalam visi besar: pendidikan, kemajuan, dan pembebasan dari ketertinggalan.


Ketika Mahasiswa lebih sibuk mempertahankan nama kampung, Distrik atau lahir besar kota dan kampung dari pada memperjuangkan kepentingan bersama, maka cita-cita untuk melahirkan perubahan hanya akan menjadi slogan kosong. Kita tidak sedang bersaing untuk menjadi yang paling dikenal, tetapi sedang meniti jalan panjang untuk menjadi generasi yang dikenang karena menyatukan yang tercerai.


Kini waktunya membangun solidaritas intelektual sebuah ikatan yang melampaui batas. Persatuan Mahasiswa Gilika harus menjadi fondasi baru yang menolak fragmentasi sosial dan menegaskan bahwa kekuatan sejati lahir dari kebersamaan.


Kita semua berasal dari kampung yang berbeda, tetapi darah dan tanah yang kita pijak adalah satu: *GILIKA* . Maka, marilah kita keluar dari sekat egoisme yang sempit, berdiri dalam semangat kesetaraan, dan bersama-sama menulis babak baru sejarah MAHASISWA Gilika generasi yang berpikir global, tetapi tetap berakar pada nilai dan martabat lokalnya.


NANGKABO 

Wali ... 3X


Dokumen:

Dokumentasi ini adalah giat Mahasiswa asal Gilika di Kota Jayapura setelah melakukan kegiatan _"Pelatihan Administrasi & Kesekretariatan"._ 


 _Jayapura, 11 November 2025_


Oleh:

 *ARKILAUS WABUK*

Mahasiswa Sejarah FKIP-UNCEN Alami Kecelakaan, Teman-Teman Lakukan Kunjungan di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura, (13–14 November 2025)

 Mahasiswa Sejarah FKIP-UNCEN Alami Kecelakaan, Teman-Teman Lakukan Kunjungan di Rumah Sakit Dian Harapan

Jayapura, (13–14 November 2025)

      Doc: Foto Yaniton Murib, di rumah sakit Dian Harapan, Waena, Jayapura.


Seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Cenderawasih (UNCEN), Yaniton Murib, mengalami kecelakaan kendaraan bermotor pada Kamis, 13 November 2025 sekitar pukul 16.40 WIT. Insiden terjadi di area antara pos penjagaan Uncen, jalan menuju Kamvolker Waena, dan akses Uncen Atas.

Menurut keterangan keluarga, khususnya dari pihak om-nya yang turut mengalami kecelakaan, Yaniton bersama om-nya berangkat dari Arso menuju Abepura, kemudian naik ke Rektorat Uncen untuk melakukan pelaporan administrasi terkait persiapan wisuda tanggal 20 November mendatang. Setelah selesai mengurus laporan, keduanya turun kembali menuju Waena.

Kronologis Singkat Kejadian

Di dekat pos penjagaan Uncen, Yaniton diduga kehilangan kontrol dan tidak sempat melakukan pengereman, sehingga motor yang dikendarainya mengalami benturan dan menyebabkan keduanya terjatuh.

Yaniton Murib mengalami luka cukup serius di bagian wajah, mata, dan tangan,

Sementara om-nya mengalami luka lebih ringan pada bagian kaki.

Yaniton langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan, Waena pada hari kejadian. Hingga Jumat, 14 November 2025, kondisi Yaniton masih belum dapat bicara maupun makan, sehingga memerlukan perawatan intensif.

Kunjungan Teman-Teman dan Permohonan Orang Tua

Sejumlah teman sekelas, termasuk Waniel Weth dan Temerius Mul, melakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi Yaniton di Rumah Sakit Dian Harapan. Mereka juga akan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada dosen-dosen bersangkutan serta ketua kelas mengenai kondisi Yaniton.

Pihak keluarga berharap agar Yaniton diberikan keringanan dalam kegiatan perkuliahan dan administrasi kampus selama beberapa minggu ke depan, hingga kondisi kesehatannya membaik.

Ajakan untuk Teman-Teman Kampus

Pihak keluarga dan teman-teman mengajak siapa pun yang memiliki kesempatan untuk turut menjenguk atau memberikan dukungan doa bagi Yaniton. Musibah ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian antar mahasiswa sangat penting dalam menghadapi tantangan hidup.

Penutup

Demikian informasi kecelakaan yang menimpa saudara Yaniton Murib, mahasiswa Sejarah FKIP-UNCEN semester III.

Semoga Yaniton segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.


Jayapura, Jumat, 14 November 2025


Disampaikan oleh:

Waniel & Temerius – Teman Kelas Yaniton

Minggu, 09 November 2025

SELAMAT KEPADA WANIEL WETH, JUARA II DUTA BACA UPA PERPUSTAKAAN UNCEN 2025

Di Tulis oleh Mahasiswa Sejarah FKIP-UNCEN 

               Doc: Foto setelah dapat juara II Duta Baca UPA Perpustakaan UNCEN Jayapura.


SELAMAT KEPADA WANIEL WETH, JUARA II DUTA BACA UPA PERPUSTAKAAN UNCEN 2025. (Jayapura, 06 November 2025).

       Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Cenderawasih, Waniel Weth, yang berhasil meraih Juara II Pemilihan Duta Baca UPA Perpustakaan Universitas Cenderawasih Tahun 2025.

Acara pemilihan Duta Baca ini diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan Universitas Cenderawasih pada Kamis, 6 November 2025, bertempat di Gedung UPA Perpustakaan UNCEN Jayapura. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi kampus yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

Dalam ajang bergengsi ini, Waniel Weth tampil dengan penuh percaya diri, menampilkan wawasan luas dan semangat tinggi dalam mempromosikan gerakan literasi di lingkungan kampus. Keberhasilannya menjadi Juara II merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam mendukung kemajuan literasi di Tanah Papua.

“Menjadi Duta Baca bukan hanya tentang penghargaan, tapi tentang tanggung jawab untuk menginspirasi mahasiswa lain agar gemar membaca dan menulis,” ungkap Waniel setelah menerima sertifikat dan medali penghargaan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika Universitas Cenderawasih untuk terus mengembangkan budaya literasi dan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di bidang pendidikan dan pengetahuan.

Seluruh keluarga besar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UNCEN Jayapura mengucapkan selamat dan sukses kepada Waniel Weth atas prestasi yang diraih. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi kampus dan masyarakat Papua.




Jumat, 07 November 2025

Yoel Sahe, Anak Pedalaman Papua Buktikan Bahwa Mimpi Bisa Jadi Nyata. (Kupang, Jumat, 7 November 2025).



              Doc: Foto ujian skripsi nya oleh Yoel sahe 


 Yoel Sahe, Anak Pedalaman Papua Buktikan Bahwa Mimpi Bisa Jadi Nyata. (Kupang, Jumat, 7 November 2025)

Kabar membanggakan datang dari Kampung Lulun, Distrik Kosarek, Kabupaten Yahukimo, Papua. Salah satu putra terbaik daerah, Yoel Sahe, berhasil menyelesaikan ujian skripsinya di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan pendidikan Yoel penuh perjuangan. Berasal dari pedalaman Papua yang jauh dari akses pendidikan memadai, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan semangat pantang menyerah, doa, dan kerja keras, Yoel berhasil menaklukkan berbagai tantangan hingga mencapai puncak studinya.

Dalam kesempatan usai ujian skripsi, Yoel memberikan pesan inspiratif kepada generasi muda Papua.

“Jangan takut bermimpi sekalipun kamu berasal dari kampung kecil. Tuhan sudah tanamkan potensi besar dalam diri setiap anak Papua. Kalau kita mau berjuang dan percaya, semua bisa tercapai,” ujarnya dengan senyum penuh syukur.

Keberhasilan Yoel menjadi contoh nyata bahwa anak-anak Papua dari kampung pun mampu bersaing dan berprestasi di dunia pendidikan tinggi. Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi pelajar dan mahasiswa Papua untuk terus belajar, melangkah, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi Tanah Papua.

Keluarga besar Pelajar dan Mahasiswa Kampung Lulun turut mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian Yoel Sahe. Semoga semangat juangnya menyalakan harapan baru bagi generasi Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Sabtu, 18 Oktober 2025

Anak Papua Bangkit! Inspirasi dari Kaka Jose, Motivator Se-Papua

 

🌄 Anak Papua Bangkit! Inspirasi dari Kaka Jose, Motivator Se-Papua



Doc: Foto bersama dengan Kaka Jose di Hotel Suni, Abepura, Jayapura.

Dalam rangka pemilihan Duta Bahasa se-Papua

Tuhan 2025.



Pendahuluan

Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, di tengah keindahan itu, masih banyak anak-anak muda Papua yang kehilangan arah, terjebak dalam putus sekolah, pengaruh minuman keras, dan pergaulan bebas. Di tengah situasi ini, muncul sosok Kaka Jose, seorang motivator muda dari Papua yang membawa pesan perubahan: “Bangkit dan ubah masa depanmu mulai dari dirimu sendiri!”


Melalui berbagai video motivasi di media sosial, seminar, dan kunjungan ke sekolah-sekolah serta kampus, Kaka Jose menjadi suara yang membangkitkan harapan generasi muda Papua agar tidak menyerah pada keadaan, tetapi menjadi pemimpin masa depan yang kuat, cerdas, dan takut akan Tuhan.


Pembahasan


🌱 1. Anak Papua Punya Potensi Besar


Kaka Jose sering berkata dalam salah satu videonya:


> “Tuhan tidak salah tempatkan engkau di Papua. Engkau lahir di sini karena Tuhan punya rencana besar.”


Pesan ini mengingatkan anak-anak muda Papua bahwa setiap orang memiliki potensi luar biasa, terlepas dari keterbatasan fasilitas, ekonomi, atau lingkungan. Banyak anak muda di pegunungan, lembah, dan pesisir yang memiliki bakat dalam seni, olahraga, pendidikan, dan pelayanan — mereka hanya membutuhkan dorongan dan arah yang tepat.


🔥 2. Jangan Takut Gagal


Dalam banyak motivasinya, Kaka Jose menekankan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan proses pembentukan karakter.

Ia berkata:


> “Kalau jatuh, bangkit lagi! Jangan biarkan kegagalan hari ini mencuri masa depanmu.”


Pesan ini sangat relevan bagi banyak anak muda Papua yang sering merasa minder atau takut mencoba hal baru. Semangat untuk bangkit dari kegagalan adalah kunci untuk mencapai sukses dan menjadi panutan bagi generasi berikutnya.


💡 3. Pendidikan Adalah Jalan Menuju Perubahan


Kaka Jose juga sering berbicara tentang pentingnya pendidikan sebagai alat untuk membebaskan diri dari keterbelakangan. Dalam salah satu video motivasinya di sekolah, ia mengatakan:


> “Kalau kamu ingin bantu Papua, jangan hanya bicara. Sekolah baik-baik, belajar sungguh-sungguh, dan kembalilah bangun daerahmu.”


Pendidikan bukan hanya soal mendapatkan ijazah, tetapi juga soal membangun pola pikir baru, disiplin, dan tanggung jawab. Melalui pendidikan, anak-anak muda Papua bisa menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa perubahan nyata di daerah mereka masing-masing.


✊ 4. Hindari Pengaruh Negatif dan Fokus pada Tujuan


Kaka Jose menantang anak-anak muda Papua untuk menjauhi minuman keras, narkoba, dan seks bebas — hal-hal yang sering menghancurkan masa depan generasi muda.

Ia berkata dengan tegas:


> “Anak muda Papua harus beda! Jangan ikuti jalan yang bikin hancur, tapi pilih jalan yang bikin kamu hidup.”


Dengan memilih lingkungan yang baik, bergabung dengan komunitas positif, dan memiliki mentor yang mendukung, setiap anak muda Papua bisa membangun masa depan yang penuh harapan.


🌍 5. Bangun Papua dengan Cinta dan Tindakan Nyata


Motivasi Kaka Jose tidak berhenti pada kata-kata. Ia mendorong anak-anak muda Papua untuk turun langsung ke lapangan, melayani, mengajar, atau membuat gerakan kecil di kampung-kampung.


> “Kalau kamu mau lihat Papua berubah, mulai dari dirimu sendiri. Jadilah terang di tempatmu berdiri.”


Pesan ini mengajak semua anak muda untuk tidak hanya bermimpi besar, tetapi juga bertindak kecil dengan setia. Sebab perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta.



Penutup


Anak-anak muda Papua membutuhkan lebih banyak figur seperti Kaka Jose — sosok yang menginspirasi dengan ketulusan, berbicara dengan hati, dan memberi contoh nyata lewat hidupnya. Melalui pesan-pesan motivasinya, Kaka Jose menyalakan api harapan bahwa masa depan Papua ada di tangan generasi muda yang berani bermimpi, berjuang, dan tetap rendah hati.


Mari anak-anak muda Papua:


> “Bangkit, belajar, dan berjuang! Jangan tunggu orang lain ubah Papua. Engkaulah masa depan Papua.”


Sumber Referensi


1. Video motivasi Kaka Jose – “Bangkitlah Anak Papua” (YouTube, 2024).


2. Seminar Pemuda Papua, Jayapura – “Pendidikan dan Perubahan Generasi” (2023).


3. Wawancara Kaka Jose dengan Radio RRI Jayapura – “Pemuda dan Masa Depan Papua”.


4. Buku: Inspirasi Timur – Kisah Anak Papua Membangun Harapan, Penerbit Obor Nusantara (2022).


5. Artikel: “Pemuda Papua dan Tantangan Perubahan Sosial”, Kompas.com (2023).

6. Video Instagram @kakajoseofficial – “Kamu Bisa Kalau Kamu Mau!” (2024).



64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan

  64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan Sumber: AI (oleh Waniel Weth) Pendahuluan Tanggal 1 De...