peta situs

Minggu, 30 November 2025

64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan

 


64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan

Sumber: AI (oleh Waniel Weth)


Pendahuluan


Tanggal 1 Desember setiap tahun adalah salah satu tanggal paling penting dalam sejarah Papua. Bagi sebagian masyarakat Papua—khususnya kelompok pro-kemerdekaan—tanggal ini bukan sekadar momentum politik, tetapi simbol identitas, perjuangan, dan memori kolektif. Tahun 2025 menandai 64 tahun sejak 1 Desember 1961, ketika Dewan Nieuw Guinea (Nieuw Guinea Raad) mengesahkan simbol-simbol nasional Papoea: Bintang Kejora, lagu “Hai Tanahku Papua”, dan rancangan struktur negara.


Bagi masyarakat pro-kemerdekaan, 1 Desember dipahami sebagai “hari kelahiran bangsa Papua modern”. Namun bagi pemerintah Indonesia, tanggal ini tidak dianggap sebagai hari kemerdekaan. Perbedaan persepsi inilah yang menjadi sumber ketegangan politik selama lebih dari enam dekade.


Artikel ini tidak memihak pada agenda politik apa pun; tujuannya memberikan pemahaman historis dan ilmiah mengenai makna 1 Desember, perubahan politik Papua sejak 1961, dan dampaknya bagi masyarakat Papua hingga tahun 2025.



1. Sejarah 1 Desember 1961


1.1. Sidang Nieuw Guinea Raad


Pada tahun 1961, Belanda memberikan peluang bagi rakyat Papua untuk mulai mempersiapkan pemerintahan sendiri. Melalui Dewan Nieuw Guinea:


Bendera Bintang Kejora dikibarkan sebagai simbol nasional Papua


Lagu Hai Tanahku Papua diresmikan


Nama bangsa Papoea dipakai secara resmi


Ditetapkan rencana kemerdekaan bertahap dalam beberapa tahun



Tanggal 1 Desember 1961 kemudian menjadi simbol “kelahiran politik” bagi sebagian besar rakyat Papua.


1.2. Konflik dengan Indonesia


Indonesia, di bawah Presiden Soekarno, menolak rencana Belanda dan menganggap Papua bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Pada 19 Desember 1961, Soekarno mengumumkan Trikora untuk “merebut Irian Barat”.


Ketegangan meningkat hingga:


Perjanjian New York 1962 (tanpa perwakilan Papua),


Masuknya pasukan Indonesia,


Penyerahan UNTEA 1963,


Pepera 1969 yang kontroversial.



2. Mengapa 1 Desember Dirayakan Setiap Tahun?


2.1. Simbol Identitas


Bagi banyak orang Papua, 1 Desember melambangkan:


pengakuan identitas nasional,


sejarah yang dihapus negara,


harga diri kolektif,


simbol bahwa mereka bukan hanya “daerah” tetapi “bangsa”.



2.2. Mengingat Luka Sejarah


Peralihan kekuasaan dari Belanda ke Indonesia menimbulkan:


operasi militer,


pelanggaran HAM,


pemaksaan politik,


hilangnya simbol Papua.



Peristiwa-peristiwa ini membentuk memori trauma yang masih dirasakan hingga generasi 2025.


2.3. Resistensi Damai


Kelompok pro-kemerdekaan merayakan 1 Desember sebagai bentuk perlawanan damai, ekspresi hak politik, dan penguatan identitas. Sebagian mengibarkan Bintang Kejora, sebagian menggelar ibadah syukur, renungan, atau aksi damai.



3. Mengapa 2025 Disebut 64 Tahun?


Perhitungan 64 tahun berasal dari:


2025 – 1961 = 64 tahun


Artinya:


> Sudah enam dekade lebih sejak Papua pertama kali mendeklarasikan simbol kenegaraan modernnya.



Selama 64 tahun tersebut, masyarakat Papua mengalami:


integrasi paksa,


perubahan politik besar,


mobilisasi penduduk dari luar Papua,


pembangunan yang tidak merata,


konflik berkepanjangan.



4. Kondisi Papua Selama 64 Tahun Bersama Indonesia


4.1. Ekonomi dan Pembangunan


Papua tetap menjadi wilayah:


termiskin di Indonesia,


infrastruktur tertinggal,


angka gizi buruk tinggi,


kematian ibu dan anak tertinggi nasional.



Walaupun sumber daya alam melimpah, manfaatnya tidak dinikmati mayoritas orang asli Papua.


4.2. Konflik dan Keamanan


Konflik antara aparat dan kelompok bersenjata berlangsung sejak 1960-an hingga 2025, menyebabkan:


pengungsian massal,


kematian warga sipil,


trauma turun-temurun.



4.3. Demokrasi yang Terbatas


Ruang berekspresi sering dibatasi:


pembubaran aksi damai,


pelarangan simbol identitas,


kriminalisasi aktivis.



Hal ini memicu persepsi bahwa Papua tidak diperlakukan sebagai warga negara yang setara.



5. Makna 1 Desember bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan


5.1. Hari Kebangkitan Identitas


Ini adalah hari untuk:


merayakan jati diri,


mengenang leluhur,


menguatkan solidaritas sesama orang Papua.



5.2. Hari Perjuangan Damai


Banyak kelompok memaknai 1 Desember sebagai:


momentum refleksi,


doa perdamaian,


pendidikan politik,


memperkuat hak-hak masyarakat adat.



5.3. Hari Pengingat Ketidakadilan


Sebagian masyarakat mengingat:


sejarah politik yang tidak adil,


penindasan,


ketidakmerataan pembangunan,


hilangnya tanah adat dan budaya.



6. Sikap Pemerintah Indonesia


Pemerintah Indonesia melihat 1 Desember sebagai:


bagian dari gerakan separatisme,


ancaman terhadap kedaulatan negara,


simbol politik yang dilarang.



Namun pendekatan keamanan yang dominan justru mempertajam luka sejarah. Sejumlah akademisi Indonesia sendiri menilai bahwa:


> Papua tidak akan damai tanpa dialog bermartabat, keadilan, dan penghormatan identitas.



7. Apa Harapan Papua di Usia 64 Tahun Ini?


Terlepas dari perbedaan pandangan politik, mayoritas masyarakat Papua menginginkan:


penghentian kekerasan,


hak hidup aman,


pemulihan martabat budaya,


ruang demokrasi lebih bebas,


pembangunan manusia yang merata,


reformasi kebijakan Otsus,


dialog sejati Jakarta–Papua.



Generasi muda Papua ingin masa depan yang:


berakar pada budaya,


intelektual,


damai,


bermartabat.



Penutup


Tanggal 1 Desember 1961–2025 bukan sekadar sejarah, tetapi pengalaman hidup selama 64 tahun yang membentuk identitas dan perjuangan masyarakat Papua.


Bagi kelompok pro-kemerdekaan, hari ini:


adalah tanda kelahiran bangsa,


simbol harga diri,


refleksi luka sejarah,


dan harapan masa depan.


Tugas generasi kini bukan memperpanjang konflik, tetapi mencari jalan damai, keadilan, dan pengakuan martabat manusia di tanah Papua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan

  64 Tahun 1 Desember 1961–2025: Makna Historis bagi Masyarakat Papua Pro-Kemerdekaan Sumber: AI (oleh Waniel Weth) Pendahuluan Tanggal 1 De...